Pagi Membaik, Siang Ada Enam Sumbatan di Panggul
Rabu, 06 Januari 2010 – 02:49 WIB

KRONOLOGIS - Dirut RSCM Prof Akmal Taher (kiri), dokter keluarga Gus Dur, Umar Wahid, Ketua Tim Dokter Jusuf Misbach, serta Ketua Komite Medik RSCM Dr Bambang Hirmani, saat memberi keterangan kronologis kondisi Gus Dur pada detik-detik akhir di RSCM. Foto: Titik Andriyani/Jawa Pos.
"Keadaan umumnya lemah dan sudah waktunya cuci darah. Gus Dur sendiri rutin cuci darah tiga kali seminggu di RSCM," ungkapnya. Apalagi, pihak keluarga juga sempat mengabarkan bahwa Gus Dur kekurangan cairan tubuh dan gula darahnya rendah.
Pada pukul 12.45 WIB, dari Surabaya, Gus Dur bersama rombongan tiba di RSCM dan langsung dibawa ke ruang hemodialisis. Di ruang tersebut kondisi kesehatan Gus Dur diperiksa secara menyeluruh. Tujuannya, mengetahui apakah kondisinya layak untuk menjalani cuci darah atau tidak. Pada 13.30 WIB, Gus Dur bersiap menjalani cuci darah. Selama persiapan, Gus Dur tetap bisa menerima tamu dan berkomunikasi dengan baik. Ketika itu, Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih dan Menkum HAM Patrialis Akbar sempat menjenguknya.
Setelah cuci darah pada pukul 18.00, Gus Dur pun dibawa ke kamar 116. Saat itu kondisinya sudah stabil. Di kamar itu kondisi Gus Dur sempat diobservasi, karena ada kemungkinan dilakukan tindakan ekstraksi atau cabut gigi. Sebab, sudah dua minggu gigi Gus Dur mengalami pembengkakan (abses).
Akmal menjelaskan, dua hari setelah itu (26-27 Desember) kondisi Gus Dur semakin membaik. Karena itu, pada keesokan harinya, tim dokter memutuskan mencabut gigi geraham sebelah kanannya dengan anestesi lokal. Operasi kecil itu dilakukan di ruang bedah. "Supaya beliau dapat dipantau secara intensif dari waktu ke waktu," terang Akmal.
Tujuh hari sudah KH Abdurrahman Wahid berpulang. Selasa (5/1) kemarin, tim dokter yang merawatnya selama enam hari di RS Cipto Mangunkusumo pun membeberkan
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara