Pak Aom

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Pak Aom
Ilustrasi korupsi bansos covid-19. Foto: dok.JPNN.com

Masyarakat awam menuntut Hayes dan Komisarjevsky dihukum mati atas kejahatannya. 

Selama menjalani tahanan, Hayes mengalami stres berat dan mencoba melakukan bunuh diri, tetapi bisa diselematkan. 

Polisi menduga Hayes dihantui rasa bersalah sehingga berusaha bunuh diri.

Dalam sebuah interograsi terhadap Komisarjevsky, polisi berusaha mengungkap apa motif yang mendorongnya melakukan pencabulan, dan kemudian membakar rumah yang menyebabkan kematian tiga wanita tidak berdosa. 

Salah satu yang terungkap adalah, pada masa kanak-kanak Komisarjevsky sering menjadi korban pemerkosaan sodomi oleh orang-orang dewasa di lingkungannya.

Kondisi psikologis dan sosiologis dua penjahat itu tidak memengaruhi opini masyarakat bahwa dua orang itu adalah monster yang harus dihukum mati. 

Kasus ini menjadi perdebatan apakah seseorang mempunyai ‘’free will’’ kehendak bebas untuk melakukan kejahatan, atau dia ‘’terpaksa’’ melakukannya.

Perdebatan ini menimbulkan kontroversi panjang, tapi mayoritas publik menghendaki hukuman mati terhadap dua penjahat itu.

Rektor Unila Prof Aom Karomani ditangkap KPK, Sabtu dini hari. Penangkapan Prof Aom mengejutkan karena selama ini tidak banyak tokoh kampus yang terjaring KPK.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News