Pak Jokowi, Mau Sampai Kapan Pertahankan Bu Rini?

jpnn.com, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyoroti sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang getol mempertahankan Rini Soemarno di kursi menteri BUMN. Padahal, menteri kelahiran Maryland, Amerika Serikat itu sudah berkali-kali membuat kontroversi.
Kontroversi terakhir menyangkut Rini adalah rekaman pembicaraannya dengan Direktur PLN Sofyan Basir. Ada penyebutan nama Ari dan ‘kakak saya yang satunya’ saat Rini berbicara dengan Sofyan untuk membahas proyek BUMN.
Sekretaris Bidang Ekonomi, Keuangan Teknologi dan Lingkungan Hidup (Ekuinteklh) DPP PKS Handi Risza menyatakan, Presiden Joko Widodo harus menjaga komitmennya untuk membangun pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Namun, Handi menilai sikap Jokowi mempertahankan Rini justru memunculkan kesan pernyataannya soal membentuk pemerintahan yang bersih dan berintegritas sebatas pencitraan.
Handi menegaskan, harusnya Jokowi segera mencipot Rini. “Sampai saat ini belum ada tindakan sanksi yang diberikan presiden kepada pembantunya tersebut," katanya.
Baca juga: Siapa 'Kakak Saya yang Satunya' dalam Rekaman Rini Soemarno?
Lebih lanjut Handi mengatakan, Rini sudah berkali-kali menimbulkan kontroversi. Di antaranya pembentukan holding BUMN tambang yang terburu-buru, memaksa BUMN karya untuk menggenjot pembangunan infrastruktur yang menimbulkan banyak kecelakaan kerja, hingga perombakan direksi Pertamina sampai empat kali dalam dua tahun terakhir.
Handi juga menilai kinerja BUMN selama di bawah kepemimpinan Menteri Rini tidak terlalu istimewa. Bahkan, katanya, kinerja BUMN selama kepemimpinan Rini justru miskin prestasi.
“Dari 118 BUMN saat ini, tidak semuanya memberikan kontribusi terhadap setoran dividen. Bahkan terdapat sekitar 21 nama BUMN yang dipastikan tidak akan menyetor dividen kepada negara pada 2018 karena masih merugi," ungkap Handi.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai kinerja Menteri BUMN Rini Soemarno selama ini lebih menonjol karena kontroversi ketimbang prestasi.
- Hari Kedua Lebaran 2025, Menkop Budi Arie Kunjungi Joko Widodo
- Perhutani Hadirkan Posko Mudik BUMN 2025 di Pelabuhan Batam & Baubau
- Aset BUMN Tak Cukup Tutupi Utang, Pengamat: Ini Tanda Bahaya Serius
- Gelar Program Mudik Gratis 2025, Bank Mandiri Lepas 8.500 Pemudik dengan 170 Bus
- Kementerian BUMN Lepas Peserta Mudik Gratis dengan 200 Kota Tujuan
- Yusuf Permana Dicopot dari Jajaran Komisaris BNI