Pakai Diksi Kekuatan Besar, Jokowi Menjawab Tuduhan Amien Rais soal Partai Ummat?

Nah, saat berbicara di forum Partai Hanura, Jokowi menyatakan masalah verifikasi parpol itu sepenuhnya urusan penyelenggara pemilu.
"Urusannya KPU itu, tetapi yang dituduh-tuduh karena tidak lolos langsung tunjuk-tunjuk, itu Istana ikut campur, kekuatan besar ikut campur, kekuatan besar intervensi," lanjut Presiden Jokowi.
Diketahui, dari 18 parpol yang mengikuti tahapan verifikasi faktual, ada 17 partai politik dinyatakan lolos dan satu lagi, yakni Partai Ummat dinyatakan tidak lolos.
Suami Iriana itu pun kembali menegaskan dirinya tidak mengerti apa-apa mengenai urusan verifikasi peserta pemilu, karena tahapan tersebut 100 persen urusan KPU.
"Bukan urusan siapa-siapa, KPU itu independen. Jadi, tidak bisa yang namanya kita itu ikut-ikutan, mengintervensi apalagi, ndak ada," tegasnya.
Amien Rais sebelumnya melontarkan tudingan ada kekuatan besar yang sengaja menyingkirkan Partai Ummat dalam tahap verifikasi faktual.
"Tampaknya atas perintah kekuatan yang besar, Partai Ummat satu-satunya yang disingkirkan, sehingga Partai Ummat tidak bisa mengikuti pemilu tahun 2024," ucap Amien melalui video melalui akunnya di Instagram @amienraisofficial, Selasa (13/12).
Terkini, mediasi antara KPU RI dan Partai Ummat yang difasilitasi oleh Bawaslu RI menyepakati dilakukan verifikasi ulang.
Presiden Jokowi pakai diksi kekuatan besar merespons tuduhan dirinya mengintervensi verifikasi vaktual parpol peserta Pemilu 2024. Ini untuk Amien Rais?
- NasDem Menghormati Jika Jokowi Pilih Gabung PSI
- Menjelang Lebaran, Pak OSO & Kader Hanura Bagikan Ribuan Paket Sembako ke Warga
- Hasil Survei Cigmark Tentang Ketua Wantimpres, Setia Darma: Jokowi Cocok dan Layak
- Apakah Jokowi Akan Bergabung dengan PSI? Begini Analisis Pakar
- Sinyal Jokowi Gabung PSI Makin Kuat, Golkar: Pasti Ada Hitungan Politik
- Pengamat Politik Sebut Wajar Jokowi Diunggulkan Jadi Ketua Wantimpres RI