Pakar Apresiasi Kinerja Menteri Bahlil Berkontribusi Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi RI Terbaik di Dunia
“Alhamdulillah, pemilihan pilpres sudah berjalan dengan baik maka kondisi yang berikutnya adalah bagaimana kemudian peralihan kekuasaan Pak Jokowi ke Pak Prabowo presiden terpilih ini juga harus kemudian dilakukan dengan baik tidak ada kemudian konflik dan berbagai macamnya,” ucapnya.
“Saya pikir ini bisa dijaga pertumbuhan ekonomi ini dan kita semua tentu berharap pertumbuhan ekonomi akan terus naik apalagi tentu di tengah global, perang dan berbagai macamnya semua kemungkinan politik menjadi tantangan tersendiri,” sambungnya.
Namun, Hendra berpandangan para investor masih percaya iklim investasi di Indonesia tetap tumbuh positif, sebab pemerintahan berikutnya mengusung keberlanjutan pembangunan dari pemerintah sebelumnya.
“Jadi, kita berharap mudah-mudahan itu bisa terjaga dan investasinya juga akan baik dan sustainability atau keberlanjutan kan,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengucapkan bahwa di tengah berbagai permasalahan global ekonomi Indonesia bisa tumbuh di atas 5 persen di 2023 dengan inflasi di bawah 3 persen. Menurutnya, ini merupakan salah satu pencapaian terbaik di dunia.
“Hanya tiga negara pertumbuhan ekonomi terbaik di dunia di tahun 2023; India, China, dan Indonesia. Selebihnya di bawah 5 persen dan pertumbuhan ekonomi tersebut didorong salah satu di antaranya adalah investasi,” ucapnya.(fri/jpnn)
Pakar Ekonomi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Hendra Kholid mengapresiasi kinerja Menteri Bahlil berkontribusi wujudkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Redaktur & Reporter : Friederich Batari
- Prabowo Dinilai Berhasil Membawa Investasi Jumbo dan Gibran Sukses Jaga Stabilitas Politik di Tanah Air
- Mendes PDT Yandri Susanto Lihat Potensi Besar Desa Ada di Sini
- Anindya Bakrie: Kita Harus Dorong Investasi Asing yang Ciptakan Lapangan Kerja
- AS Optimistis Kembangkan Kerja Sama Ekonomi dengan Pemerintahan Baru
- Indonesia Siap Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi Berkelanjutan dari AS
- Tegas, YLKI Tolak Kenaikan PPN 12 Persen