Pakar Medsos: Tebarkan Kedamaian di Dunia Maya
Kondisi itulah yang sangat mungkin akan disusupi kelompok-kelompok tertentu yang tidak bertanggungjawab.
“Kalau sampai kelompok radikal yang memainkan peran, itu bisa berbahaya. Masyarakat yang tidak mengerti asal-usul ajakan dan akar permasalahan bisa terpengaruh. Untuk itu masyarakat yang harus cerdas dan jangan mudah terpengaruh atau terprovokasi ajakan kekerasan dan melawan hukum negara,” imbuh Nukman.
Dia mengakui, ajakan melakukan demonstrasi pada 2 Desember di dunia maya sangat masif.
Untuk itu, dia mengajak seluruh komponen bangsa penggiat media dan medsos bersikap bijaksana dan menggunakan kepala dingin dalam menyikapi berbagai persoalan yang terjadi melalui dunia maya.
“Kalau memang tidak perlu demo ya jangan ikut demo karena adanya ajakan yang masif melalui dunia maya. Apalagi kasus itu sudah ditangani dan tuntutan sudah dipenuhi oleh aparat penegak hukum sehingga masyarakat harus sabar karena semua perlu proses dan waktu,” kata Nukman.
Nukman mengungkapkan, perang opini di dunia maya terkait kasus penistaan agama itu memang sangat keras. Hal inilah yang dimanfaatkan kelompok-kelompok tertentu untuk terus memanaskan suasana.
Tujuanya yaitu mengadu domba bangsa Indonesia dengan isu-isu agama yang memang sangat sensitif.
Sebenarnya, ungkap Nukman, masyarakat penggiat dunia maya sudah dewasa dalam memilih dan memilah mana yang benar dan mana yang salah di dunia maya. Apalagi ajakan-ajakan itu melanggar aturan karena mengganggu aktivitas rutin masyarakat. Belum lagi, bila rencana besar itu dimanfaatkan kelompok radikalisme dan terorisme.
JAKARTA – Internet (dunia maya) menjadi instrumen penting dalam melakukan propaganda di era komunikasi digital sekarang ini. Bahkan, dunia
- 2 Polisi Kembali Dihukum Demosi di Kasus Pemerasan Penonton DWP
- Prabowo Bakal ke Arab Saudi untuk Lobi Penambahan Kuota Haji
- Kasus Penembakan Bos Rental Mobil, Kapolsek Cinangka & 2 Anak Buah Digarap Propam Polda Banten
- KemenPAN-RB Siapkan Optimalisasi di Seleksi PPPK 2024 Tahap 2, Pemda Diminta Akomodasi Honorer
- Menpan-RB Ungkap Alasan Belum Ada ASN yang Dipindah ke IKN, Tunggu Arahan Prabowo
- YKMK Gelar Workshop Untuk Tingkatkan Kemampuan Widyaiswara & Gadik Sespim Polri