Paket Pertama Disorot Pengusaha, Jilid Dua Molor

Di antara tiga poin tersebut, paket insentif perpajakan untuk wajib pajak perorangan dan wajib pajak perusahaan yang pembahasannya paling alot. Sebab, dengan realisasi penerimaan pajak yang relatif rendah seperti saat ini, Kementerian Keuangan tidak ingin jika pemberian insentif pajak besar-besaran bakal kian menyusutkan realisasi penerimaan pajak.
Dengan masih alotnya pembahasan tersebut, rencana pemerintah untuk merilis paket kebijakan ekonomi jilid 2 pada akhir September pun berpotensi molor menjadi Oktober. Itu pun dengan catatan jika proses deregulasi dalam paket kebijakan ekonomi jilid 1 sudah tuntas dilakukan. ''(target akhir September) Itu kan baru rencana. Bisa saja mundur,'' ujar Sofjan.
Pelaku usaha pun mendesak agar pemerintah tidak terlalu buru-buru merilis paket kebijakan ekonomi jilid 2. Sebab, deregulasi 134 peraturan saja belum tuntas hingga saat ini. ''Jadi tuntaskan saja dulu yang pertama, kalau sudah kelihatan hasilnya, baru keluarkan (paket kebijakan) yang ke dua,'' katanya. (owi/gen/sof)
JAKARTA - Proses deregulasi dan debirokratisasi yang dijanjikan pemerintah dalam paket kebijakan ekonomi jilid 1 tidak semudah yang dipidatokan.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Jumat 18 April 2025 Meroket Lagi, Cek Daftarnya
- Prodi DKV Untar Dorong Kreativitas dan Bisnis Lewat Pameran CREBO Season 2
- Catatan Utang Indonesia Terbaru, Sebegini Nilainya
- MIND ID Terima Kunjungan Menteri Perindustrian dan SDM Arab Saudi di Indonesia
- PLN IP Services Kembangkan Bisnis Beyond kWh hingga Kelola 60 Pembangkit
- Lion Parcel Perkenalkan Virtual CEO Pertama di RI, Strategi Baru Jangkau Generasi Muda