Palsukan Peluit, Terancam Sanksi
Minggu, 24 Oktober 2010 – 21:50 WIB

Palsukan Peluit, Terancam Sanksi
NYON - Baru sekali terjun di Liga Champions, sudah terancam hukuman. Itulah nasib yang menanti Jose Manuel Pinto. Kiper kedua Barcelona itu memalsukan bunyi peluit dalam laga matchday ketiga menjamu FC Kopenhagen Rabu malam lalu. Alhasil, UEFA membuka sidang indisipliner untuk kasus Pinto, dan bakal menjatuhkan sanksi atau denda kepada Pinto. Dalam laporan Kopenhagen, peluit palsu Pinto berbunyi di menit ke-26. Saat itu, striker tim tamu Cesar Santin sedang dalam posisi menggiring bola sendirian, mendekati kotak penalti Barca, sebutan Barcelona. Setelah mendengar peluit, Santin mengira itu tanda offside. Secara otomatis, Santin menghentikan aksinya.
"Kami membuka sidang indisipliner untuk Jose Pinto setelah menerima laporan dari FC Kopenhagen. Ini kasus yang sangat unik tapi berpotensi merugikan klub lain," jelas juru bicara UEFA, sebagaimana dilansir Associated Press.
Baca Juga:
Perbuatan Pinto, kata juru bicara itu, melanggar semua aturan umum pertandingan. Mereka akan memanggil kiper 34 tahun tersebut untuk dimintai keterangan Selasa depan (26/10). Jika terbukti bersalah, dia bisa mendapat skors sedikitnya dua laga di level Eropa. "Ada unsur kesengajaan yang menyebabkan ofisial pertandingan membuat keputusan yang salah," tegas UEFA.
Baca Juga:
NYON - Baru sekali terjun di Liga Champions, sudah terancam hukuman. Itulah nasib yang menanti Jose Manuel Pinto. Kiper kedua Barcelona itu memalsukan
BERITA TERKAIT
- Evaluasi Perbasi Seusai Kegagalan Timnas Basket Indonesia di Kualifikasi FIBA Asia Cup
- Striker Madura United Fardan Ary Setyawan Makin Mengganas
- Legenda Persib Bandung Kenang Sosok Bejo Sugiantoro
- Coppa Italia: Hajar Lazio, Inter Milan Melaju ke Semifinal
- Banjir Gol, Barcelona vs Atletico Madrid Remis
- Ini 3 Tim Liga 2 yang Promosi ke Liga 1 Musim Depan, Siapa Bakal Degradasi?