Pamerkan Hasil Proyek Pengolahan Emas Tanpa Merkuri, KLHK Sebut Banyak Manfaatnya

Sebagaimana diketahui, PESK menjadi sumber terbesar dari pelepasan merkuri ke alam.
"Melalui Proyek GOLD-ISMIA, 6 lokasi proyek telah menurunkan penggunaan merkuri sebanyak 23 ton dan menghasilkan 3,3 ton emas bebas merkuri," ungkapnya.
Rosa Vivien juga menjelaskan sedikitnya ada lima manfaat proyek itu yang dirasakan oleh pemerintahan Indonesia.
Pertama, proyek itu memperkuat kebijakan Pemerintah pusat dan daerah untuk mencapai target Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri.
"Kedua, memberikan solusi pengganti merkuri kepada penambang dengan memperkenalkan alternatif teknologi yang lebih produktif dan ramah lingkungan," kata Rosa Vivien.
Proyek itu juga memfasilitasi penerbitan izin Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR).
"Keempat, memberikan pembiayaan (seed funding) bagi penambang untuk membangun fasilitas pengolahan emas tanpa merkuri, dan juga menjembatani para penambang untuk mendapatkan pembiayaan," jelasnya.
Manfaat terakhir, lanjut Rosa Vivien, proyek itu juga mendukung dan memfasilitasi para pihak di tingkat nasional dari berbagai kementerian terkait untuk dapat terus mendukung sektor PESK menjadi lebih baik dan bertanggung jawab.(mcr8/jpnn)
Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK Rosa Vivien Ratnawati menyatakan proyek GOLD-ISMIA mendatangkan banyak manfaat
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Kenny Kurnia Putra
- BPOM Bantah Isu di Medsos soal Produk Ratansha Gunakan Merkuri
- Pemerintah Menegaskan Tata Kelola Daur Ulang Limbah Baterai EV Sangat Penting
- 2 Terminal PET Raih Proper Hijau dari KLHK
- KLH Menyegel TPS Sementara di Pasar Caringin
- Menteri LH Minta Kepala Daerah Berkomitmen Menuntaskan Permasalahan Sampah
- 5 Persemaian Skala Besar Diresmikan untuk Mendukung Rehabilitasi Hutan dan Lahan