PAN: Prabowo - Sandiaga Butuh Pengalaman SBY

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto memastikan tudingan Partai Demokrat (PD) bermain dua kaki di Pilpres 2019 keliru.
Yandri menegaskan, solidnya dukungan PD terlihat pada pertemuan antara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, di kediaman Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Rabu (12/9) malam.
“Pak SBY dan jajaran Demokrat mengonfrimasi Demokrat itu solid dan sungguh-sunnguh untuk memenangkan Prabowo-Sandi,” kata Yandri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/9).
Menurut Yandri, PAN melihat kepentingan Partai Demokrat ke depan bisa terakomodasi jika Prabowo-Sandi menang. Dia mengaku dalam beberapa kali mendampingi Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bertemu dan berdiskusi dengan SBY, menyaksikan bagaimana presiden RI keenam itu melihat Indonesia ke depan, dan harapan agar Prabowo menang.
“Jadi kalau ada tudingan Demokrat setengah-setengah memenangkan Prabowo, saya kira itu fitnah, tidak mungkinlah,” tegasnya.
Apalagi, Yandri memastikan, dokumen dukungan Partai Demokrat yang dibawa ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu ditandatangani langsung oleh SBY. Menurut dia, SBY menandatangani dokumen itu di ruangannya di kediaman, Kuningan Jakarta Selatan, Jumat (10/8) sebelum berangkat ke KPU.
“Jadi, kalau dari rentetan peristiwa tadi, maka PAN termasuk yang tidak setuju kalau Demokrat hari ini dipojokkan dengan istilah media massa atau sebagian publik yang mengatakan Demokrat mungkin tidak sungguh-sungguh memenangkan Prabowo,” paparnya.
PAN memastikan bahwa PD dan SBY yang berpengalaman dan dua kali menjadi presiden, punya cara dan pengalaman untuk memenangkan Prabowo-Sandi.
PAN tidak yakin SBY dan jajaran Partai Demokrat main dua kaki di pemilihan presiden 2019.
- AHY Jawab Begini Ditanya Pertemuan Prabowo, SBY, dan Megawati
- Berfoto Bersama Prabowo, Jokowi, dan SBY, Puan: Silaturahmi Presiden dengan Ketua Lembaga
- Herman Deru-Cik Ujang Kompak Ikuti Parade Senja yang Dihadiri Prabowo, Jokowi dan SBY
- AHY Berkisah soal Megawati dan Prabowo Tak Suka Demokrat Dibegal
- Momen Prabowo Goda AHY dan Gibran, Mbak Puan Melirik
- Aklamasi, AHY Jadi Ketum Demokrat Lagi, SBY Ketua Majelis Tinggi