Panca Indera, Biro Penyelidik Swasta Spesialis Perselingkuhan
Diikuti, Bertobat, Tiga Bulan Kemudian Selingkuh Lagi
Selasa, 04 Januari 2011 – 07:54 WIB

Detektif Selingkuh : Wiryono Sudianto , pendiri dan pemilik biro penyelidik swasta Panca Indera saat investigasi di sebuah cafe kawasan Pejompongan Jakarta Pusat, 30/12. Foto : Ridlwan/ Jawa Pos
Si lelaki bangkit dari tempat duduknya, lalu bergegas keluar. Tanpa banyak bicara, gadis itu digandeng lalu dibawa masuk ke mobilnya, Toyota Harrier warna putih. Mobil Pajero lalu berlalu lebih dulu sembari mengedipkan lampu.
"Itu salah satu cara agar tidak diikuti, jadi yang jemput orang lain, tapi suruhannya," kata CJ Ryon, pimpinan sekaligus pendiri biro penyelidik swasta Panca Indera pada Jawa Pos yang ikut "mengintai" bersama di sudut caf . Malam itu (30/12/2010), Ryon panggilan akrabnya sengaja mengajak Jawa Pos dalam salah satu sesi dinas rutinnya.
Penampilan Ryon tampak rapi. Sebuah ht (handy talky) terselip di pinggangnya. Semua tingkah laku laki-laki "Harrier" dan gadis "Pajero" direkamnya dengan sebuah kamera khusus berbentuk seperti handphone.
"Ya, begini ini salah satu bentuk kerja saya," katanya. Ryon sudah malang melintang di dunia investigasi swasta sejak 14 tahun yang lalu. Pada tahun 1997, menjelang krisis moneter, dia mendirikan Panca Indera (www.pancaindera.com) dan eksis sampai sekarang.
Jasa layanan privat investigator (detektif swasta) di Indonesia semakin diminati. Kliennya beragam, tak hanya perusahaan-perusahaan besar tapi juga
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara