Panca Indera, Biro Penyelidik Swasta Spesialis Perselingkuhan
Diikuti, Bertobat, Tiga Bulan Kemudian Selingkuh Lagi
Selasa, 04 Januari 2011 – 07:54 WIB

Detektif Selingkuh : Wiryono Sudianto , pendiri dan pemilik biro penyelidik swasta Panca Indera saat investigasi di sebuah cafe kawasan Pejompongan Jakarta Pusat, 30/12. Foto : Ridlwan/ Jawa Pos
Pria bernama asli Wiryono Sudianto itu mengaku selalu berpegang pada kode etik. "Kami dilarang menjebak, dan juga dilarang keras bermain double agent," katanya. Doubel agent artinya, setelah mendapat bukti, si detektif merayu target agar 86. "Jadi dia dapat dua-duanya, dari istri dapat, suami dapat, ini bagi saya memalukan profesi ini," katanya.
Setelah bukti disetor ke klien, memang reaksinya beragam. "Ada yang suaminya sampai sujud-sujud menyembah kaki istrinya di depan saya minta maaf," katanya. Eh, tiga bulan kemudian. "Saya diorder lagi karena suaminya selingkuh lagi," tambahnya.
Ada juga yang meminta lebih dari sekedar video atau foto. Tapi, motif perselingkuhannya. "Kalau ceweknya bispak (bisa pakai, wanita panggilan,red) itu mudah. Kita bayar saja, dia akan cerita," katanya. Tapi, kalau selingkuhan si target bukan cewek sembarangan, perlu pendekatan lain. "Nah, ini biasanya saya libatkan istri saya. Sesama wanita bisa lebih mudah melakukan pendekatan psikologis," katanya. Rata-rata alasan selingkuh menurut investigasi Ryon adalah urusan ranjang. "Mereka tidak puas karena istrinya sibuk atau dingin di ranjang," katanya.
Profesi Ryon juga menuntut presisi dan timing yang tepat. Jika salah bergerak, resikonya bogem mentah. "Saya pernah dikeroyok bodyguardnya. Ternyata info klien tidak lengkap, target yang saya ikuti punya bodyguard," katanya. Ryon juga pernah dikejar-kejar ajudan seorang pejabat yang membawa pistol. "Ini orang penting di sebuah instansi," katanya menolak menyebut institusi itu.
Jasa layanan privat investigator (detektif swasta) di Indonesia semakin diminati. Kliennya beragam, tak hanya perusahaan-perusahaan besar tapi juga
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara