Pancasila dan Nilai Ramadan Kolaborasi Hebat Lawan Radikalisme

Tentu semua harus tetap waspada karena masalah terorisme ini tidak bisa diduga kapan kejadiannya.
“Seperti di Filipina dan bahkan di Inggris. Meski mereka memiliki sistem keamanan yang ketat, tapi masih masih kecolongan oleh aksi terorisme. Bisa saja pada saat kita merasa risikonya kecil ternyata menjadi meledak. Jadi yang namanya terorisme itu selalu menjadi risiko yang tinggi. Apalagi jika ada momen-momen tertentu, itu yang harus menjadi pertimbangan kita semua,” tuturnya.
Menurutnya, kelompok-kelompok radikal dalam melakukan aksinya mencari momen-momen yang tepat meski motivasi mereka dalam melakukan pergerakan secara umum sudah kita ketahui.
Misalnya, perbedaan ideologi, termasuk sudah merambah kepada perbedaan terhadap pendirian negara atau khilafah.
“Itulah masalah-masalah yang berkembang yang dilakukan oleh kelompok-kelompok radikal tersebut. Yang penting momen-momen yang dianggap oleh mereka tepat atau baik itu, kita semua ya harus tanggap seperti momen bulan Ramadan ini,” pungkasnya. (jos/jpnn)
Kolaborasi nilai-nilai Pancasila dan bulan Ramadan akan sangat dahsyat untuk memerangi paham radikal terorisme.
Redaktur & Reporter : Ragil
- Akademisi: Sebagian WNI di Suriah Layak Mendapat Kesempatan Kedua
- Mendiktisaintek: Pendidikan Ampuh Mencegah Radikalisme dan Terorisme
- BNPT & PNM Kerja Sama Cegah Radikalisme lewat Pemberdayaan Ekonomi
- Kepala BNPT: RAN PE Masih Perlu Dilanjutkan
- LPOI dan LPOK Ingatkan untuk Mewaspadai Metamorfosa Gerakan Radikalisme dan Terorisme
- Pakar Terorisme Sebut Kelompok Radikal Mulai Memakai AI untuk Menyebarkan Ideologi