Pandemi, Bisnis Ritel, dan Geliat Kebangkitan Ekonomi

Namun diyakininya kondisi penuh ketidakpastian akan segera normal, seiring perilaku disiplin mematuhi protokol kesehatan.
"Kami percaya ini sementara, ini akan berangsur normal lagi," imbuhnya.
Selain itu, lanjut Yongky, dukungan masyarakat untuk tidak mudik lebaran tahun ini akan membantu pengendalian penyebaran Covid-19.
"Kita dukung tindakan tidak mudik pemerintah, belanja tetap dong tapi barangnya diantar," katanya.
Yongky mengakui saat ini bisnis mal dinilainya berangsur membaik, meski telah dilanda pandemi Covid-19 melanda.
Terlebih, kata dia, adanya kebijakan tentang pembatasan kegiatan masyarakat, namun mengizinkan mal tetap beroperasi.
"Ritel sudah mulai kembali naik lagi, tapi belum 100 persen. (sejak mal dibuka-red)," nilainya.
Hal itu didukung oleh momentum menyambut Hari Raya Idulfitri 2021, di mana masyarakat selalu berburu busana baru.
Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara tidak hanya menimbulkan masalah kesehatan, tetapi memicu resesi ekonomi.
- Analis Sebut Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif
- Ekonom Asing Sambut Baik Susunan Pengurus Danantara
- Ada Apa di Balik Lonjakan Harga Emas?
- Persiapan Arus Mudik Lebaran 2025, Herman Deru Resmikan 4 Jembatan
- Prospek Ekonomi Indonesia Masih Dinilai Baik, Ini Indikatornya
- Optimisme Airlangga soal Ekonomi Indonesia di NEO 2025