Pandemi Corona, Arief Poyuono Sarankan Luhut dan Said Didu Berdamai dan Batalkan Omnibus Law

Lebih lanjut Arief juga meminta para kepala daerah, walau ada sistem otonomi tetapi dalam masalah Covid-19 hendaklah satu komando mengikuti arahan Presiden Joko Widodo. "Jangan jalan sendiri-sendiri," tegasnya.
Yang paling utama lagi, Arief memohon dengan kerendahan hati kepada anggota DPR yang terhormat jangan menyulut kemarahan masyarakat dengan membahas dan akan mengesahkan Omnibus Law RUU Cipta Kerja. Dia meminta pimpinan fraksi dan DPR, untuk menghentikan pembahasan RUU tersebut.
"Hentikan dan batalkan omnibus law, saat-saat kita menghadapi wabah Covid-19," tegasnya.
Dia pun meminta Presiden Jokowi segera menarik draf Omnibus Law RUU Cipta Kerja tersebut.
"Tolong Kang Mas Joko Widodo, dalam kesibukan menangani Covid-19 agar segera menarik draf omnibus law, yang namanya omnibus law itu tidak akan ada gunanya, tidak akan ada investasi asing masuk Indonesia," kata Arief.(boy/jpnn)
Arief Poyuono meminta Luhut dan Said Didu berdamai, karena polemik itu memicu perpecahan bangsa Indonesia dalam memerangi Covid 19.
Redaktur & Reporter : Boy
- Buntut Pilkada Kukar Harus Diulang, Arief Puyuono Minta DKPP Pecat Seluruh Anggota KPU
- BKN Sebut Kritikan Said Didu soal PIK 2 Tanpa Data
- Bahlil yang Buang Badan soal LPG 3 Kg Dinilai Menunjukkan Pemberontakan ke Prabowo
- Kasus Elpiji 3 Kg, Arief Poyuono Nilai Bahlil Tidak Patuh pada Prabowo
- Busuk Mulia
- Jumlah PHK Meningkat, PKS Minta Pemerintah Buat Kebijakan yang Berpihak ke Pekerja