Pandora
Oleh: Dhimam Abror Djuraid

jpnn.com - Dalam cerita mitologi Yunani Pandora adalah wanita cantik ciptaan Dewa Zeus yang dikirim ke dunia untuk dinikahi oleh Epimetheus.
Dalam pesta pernikahan itu Zeus menghadiahkan sebuah kotak kecil yang cantik dan indah, dengan satu pesan jangan sesekali membuka kotak itu.
Namun, Pandora malah menjadi penasaran. Ia lupa akan larangan Zeus, dan kemudian membuka kotak itu.
Maka kemudian keluarlah suara yang mengerikan dari dalam kotak itu. Berbagai jenis penderitaan, kejahatan, keserakahan, pembunuhan, penipuan, pencurian, kegilaan, kebohongan, iri, dengki, fitnah, wabah penyakit, dan kematian.
Pandora menyadari ia telah mengeluarkan semua jenis teror, penderitaan, dan malapetaka ke dunia. Dan sekali dia membukanya, semuanya keluar dan menyebar memburu umat manusia, dan tidak bisa ditarik kembali ke dalam kotak.
Dari mitos itulah sekarang muncul istilah ‘’Kotak Pandora’’. Sekali dibuka maka berbagai hal buruk akan menyebar dan tidak akan bisa dikendalikan lagi.
Beberapa hari terakhir ini muncul Pandora jenis lain. Bukan Kotak Pandora, tetapi Pandora Papers. Ada kemiripan antara dua Pandora itu, yakni sekali dibuka maka isinya akan menyebar ke seluruh dunia dan tidak akan bisa dikendalikan atau ditarik lagi.
Kali ini Pandora Papers adalah hasil liputan investigasi para jurnalis yang tergabung dalam Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (International Consortium of Investigative Journslist—ICIJ) yang berpusat di Washington DC, Amerika Serikat.
Beberapa nama Indonesia muncul dalam laporan Pandora Papers itu. Muncul indikator adanya conflict interest para penguasa yang terlibat dalam bisnis.
- Prabowo Minta Struktur Komisaris BUMN Dirampingkan, Diisi Profesional
- Airlangga Bantah Akan Mundur dari Jabatan Menteri
- Pelaku Usaha Ritel Optimistis Perekonomian Nasional Capai Target Pertumbuhan 8 Persen
- Luhut dan Airlangga Bentuk Tim Khusus untuk Sikat Penghambat Investasi
- Airlangga Dorong Penguatan Investasi Prancis di RI Melalui Percepatan I-EU CEPA & Aksesi OECD
- Luhut Pandjaitan: Banggalah Kau jadi Orang Indonesia