Panduan untuk Puasa Sehat Selama Ramadan

jpnn.com - Jangan berbuka puasa dengan pesta makan atau Anda bisa menambah berat badan bukannya kehilangan berat badan. Jika Anda tidak berhati-hati, makanan yang dimakan selama pra-fajar dan senja bisa menyebabkan beberapa penambahan berat badan.
"Pesta makanan selama jam non-puasa bisa tidak sehat," kata ahli anestesi dari Oxford, Dr. Razeen Mahroof, seperti dilansir laman NHS.UK, Rabu (8/6).
"Pesan yang mendasari di balik Ramadhan adalah disiplin diri dan pengendalian diri," jelas Dr. Mahroof.
1. Diet seimbang
Makan pra-fajar (sahur) dan makan di senja (Iftar).
Dr. Mahroof mengatakan asupan makanan Anda harus sederhana dan tidak berbeda dari diet normal Anda. Ini harus berisi makanan dari semua kelompok makanan utama:
-Buah dan sayur-sayuran.
-Roti, sereal dan kentang.
-Daging, ikan atau alternatif.
-Susu dan produk susu.
-Makanan yang mengandung lemak dan gula.
Karbohidrat kompleks adalah makanan yang membantu melepaskan energi secara perlahan selama berjam-jam puasa. Mereka ditemukan dalam makanan seperti barley, gandum, oat, millet, semolina, kacang-kacangan, lentil, tepung gandum dan beras basmati.
- Pemudik Diimbau Pulang Lebih Awal Hindari Puncak Arus Balik, Manfaatkan Diskon Tol
- Lonjakan Kendaraan di GT Kalikangkung Saat Arus Balik Lebaran Capai 158 Persen
- Arus Balik Mudik Lebaran, Polisi Terapkan Skema One Way Lokal dan Nasional
- Alhamdulilah, Ibu Atun Akhirnya Bisa Mudik ke Kampung Halaman
- Angka Kecelakaan Mudik Turun, Anggota Komisi III Minta Semua Pihak Optimalkan Pelayanan
- Tol Jakarta-Cikampek hingga Cipali Siang Ini Lancar