Panen Setiap Hari di Kabupaten Buru

Sementara itu Kepala Balai Pengkajian Tekhnologi Pertanian Provinsi Maluku, Yusuf menyebutkan bahwa terjaminnya produksi padi Kabupaten Buru, karena pemerintah pusat dan daerah memperhatikan sangat serius terhadap produksi padi, untuk menjamin peningkatan produksi.
Misalnya, untuk mengantisipasi dampak paceklik, pemerintah telah menyalurkan bantuan cukup banyak ke petani, seperti pompa air, traktor dan benih berkualitas, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, embung dan lainnya.
“Pendampingan dan terjun ke lapangan pun masif dilakukan untuk memantau perkembangan tanaman. Jadi proses produksi berjalan lancar” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Poktan Segar Sari Masrukin di Desa Waekasar mengakui bantuan dari pemerintah sangat bermanfaat bagi nya.
"Bantuan ini kami rasakan benar produksi kami meningkat, dulu produktivitas 4,6 ton/ hektar kg sekarang menjadi 6,3 ton/ hektar" ujarnya.
Senada dengan Masrukin, penyuluh Kecamatan Lolong Guba Basri Batotang mengakui sebelum menggunakan mekanisasi pertanian, pengolahan pascapanen butuh waktu lama.
Tetapi dengan adanya bantuan alsintan dari pemerintah, waktu dan biaya bisa di tekan dan kualitas padi pun lebih baik.
Kepala Bidang Ketersediaan Pangan, Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan BKP Kementerian Pertanian Hasanudin Rumra menyatakan bahwa dengan adanya panen padi ini, menunjukan bahwa ketersediaan beras untuk Provinsi Maluku dalam kondisi cukup.
Panen dilakukan bersama kelompok tani pada hamparan sawah seluas 250 hektar di Kabupaten Buru.
- Hari Kedua Lebaran, Mentan Tancap Gas Turun Lapangan Sidak 4 Gudang Bulog di Sulsel
- Serapan BULOG Melonjak 2.000 Persen, Hendri Satrio: Dampak Tangan Dingin Mentan Amran
- Raker dengan Pejabat di Kementan, Legislator NasDem Sorot Program Cetak Sawah
- Kementan Gelar Pelepasan Ekspor Gula Semut dari Kulon Progo
- KPK Amankan Dokumen dan Barang Bukti Elektronik di Kantor Hukum Visi Law Office
- KPK Periksa Rasamala Aritonang terkait Kasus TPPU di Kasus Kementan