Pangeran Arab Saudi Itu Ternyata Paksa Tiga Wanita AS Berhubungan Seks Di Depan Umum

"Kamu bukan perempuan! Kamu bukan siapa-siapa! Saya seorang putera dan saya bisa lakukan apa saja yang saya inginkan dan tidak ada yang bisa berbuat apa-apa terhadap saya," jeritnya.
Wanita itu juga mengklaim putera itu pernah melakukan seks dengan pria lain dan mengambil obat yang diyakini kokain.
"Al Saud bertindak ganas dan memaksa karyawannya untuk melakukan seks secara terbuka dan memalukannya di depan umum.
"Ini adalah contoh menggunakan kekayaan dan kekuasaan untuk melecehkan secara emosi dan fisik mereka," kata Van Frish yang merupakan pengacara pekerja wanita itu.
Pengacara Al Saud belum bisa dimintai tanggapan terkait hal ini karena tidak dapat dihubungi.
Menurut Frish lagi, salah seorang tetangga di situ telah menghubungi polisi setelah mendengar jeritan kliennya yang mencoba memanjat pagar di perumahan itu.
Pangeran itu ditahan karena mencoba memaksa wanita-wanita itu untuk melakukan seks oral.
Karena tidak ada bukti, pemerintah Los Angeles tidak melanjutkan tuduhan kejahatan kepada putera itu tetapi akan dikenakan tuduhan karena melanggar hukum. (AFP/ray/jpnn)
LOS ANGELES - Pangeran Arab Saudi, Majed Abdulaziz Al Saud, 29, sepertinya tidak bisa berkilah terkait kasus pelecehan seksualnya di Amerika Serikat.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar
- Update Gempa Myanmar: Korban Meninggal Dunia Mencapai 2.800 Orang
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos
- Gempa Bumi Kembali Terjadi di Myanmar Hari Ini
- Korban Tewas Gempa Myanmar Mencapai 2.700 Orang, BNPB Beri Info soal WNI