Panggung Busana Santun Indonesia Telah Mengakui Model Difabel

Tonton video cuplikan dari pagelaran 'Dream and Design for Disabilities' disini.
Industri fesyen seharusnya untuk semua kalangan

JMFW juga bermitra dengan Asian Para Games, yang menampilkan atlet-atlet disabilitas sebagai model. Pihak penyelenggara juga memberdayakan komunitas difabel.
"Saya dapat info, ada komunitas penjahit bisu tuli di Jakarta Utara, jumlahnya 20 orang. Mereka ini susah dapat pekerjaan karena keterbatasan mereka."
"Akhirnya saya bilang 'kenapa nggak kita pakai saja?'. Ternyata mitra kami (Asian Para Games) ingin memperluas idenya dengan melibatkan anggota komunitas mereka (atlet-atlet Para Games) untuk menjadi model," tutur Franka.
Ide Franka dan kawan-kawan kemudian langsung ditanggapi sangat baik oleh komunitas difabel di negara lain, seperti Jerman dan komunitas warga keterbelakangan mental di Turki.
Pagelaran JMFW dengan menampilkan model difabel menjadi bukti bahwa semua kalangan seharusnya bisa diterima dalam industri fesyen.
"Pandangan saya soal dunia fashion berubah sebagian setelah acara kemarin. Ternyata fashion pada dasarnya bisa diakses oleh siapapun," kata Laura.
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi