Panglima TNI Didesak Tuntaskan Kasus Kekerasan Terhadap Wartawan
Rabu, 31 Oktober 2012 – 17:51 WIB
JAKARTA – Panglima TNI, Jenderal Agus Suhartono, kembali didesak segera menuntaskan kasus kekerasan terhadap wartawan yang dilakukan oknum Perwira TNI AU, Letkol Robert Simanjuntak saat melakukan peliputan jatuhnya pesawat tempur Hawk 200 di Riau, 16 Oktoner 2012 lalu.
Desakan ini disampaikan melalui surat yang dikirimkan kepada Panglima TNI, Agus Suhartono, oleh Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), bersama AJI Indonesia, AJI Jakarta, LBH Pers, PWJ, PFI, IJTI, serta PWI.
"Surat difax sore ini, dan akan ditembuskan kepada Presiden dan Menteri Pertahanan," kata Koordinator KontraS, Haris Azhar, didampingi Dedi Ali Ahmad (LBH Pers), Imam Nugroho dan Asep Komaruddin (AJI), Andi Lala (PWJ) dan Opak (PFI) dalam jumpa pers di kantor KontraS, Jakarta, Rabu (31/10) sore.
Melalui surat itu, kata Azhar, pihaknya memberikan penegasan agar Panglima TNI segera menuntaskan kasus penganiayaan, pembatasan akses kerja, perampasan barang dan penghilangan karya cipta yang dilakukan oleh Letkol. Robert Simanjuntak terhadap 7 jurnalis yang sedang atau setidak-tidaknya akan meliput peristiwa jatuhnya pesawat milik TNI AU.
JAKARTA – Panglima TNI, Jenderal Agus Suhartono, kembali didesak segera menuntaskan kasus kekerasan terhadap wartawan yang dilakukan oknum
BERITA TERKAIT
- Gaji PPPK Paruh Waktu Rp 3,8 Juta, Jam Kerja Part Time Belum Jelas
- Peradi Masih jadi Pilihan Utama Calon Advokat Untuk Ikuti PKPA
- Masjid Indonesia Pertama di Yokohama Jepang Resmi Dibangun
- KAI Properti Dukung Pelestarian Lingkungan Melalui Aksi Tanam Pohon
- Mbak Rerie: Pembangunan Kebudayaan Bukan Langkah yang Mudah, Butuh Dukungan Semua Pihak
- Saleh Ingatkan Pemerintah Waspada soal Defisit BPJS Kesehatan