Para Guru Bersuara di Konferensi Pendidikan Timur Indonesia, Semoga Didengar Pemerintah
jpnn.com, JAKARTA - Ratusan masyarakat termasuk penggerak pendidikan dari berbagai wilayah Timur Indonesia berkumpul di Jakarta.
Mereka mengikuti Konferensi Pendidikan di Timur Indonesia yang digelar sejak 24-25 September di kantor Kemendikbudristek.
Pantauan JPNN.com, para peserta konferensi yang hadir didominasi milenial. Mereka diajak untuk mendiskusikan tentang bagaimana pendidikan di timur Indonesia.
Di hari pertama, tercatat delapan penggerak pendidikan di timur Indonesia yang menjadi narasumber.
Menariknya dalam konferensi besutan Indonesia Mengajar ini para peserta dan narasumber berbaur, berdiskusi, dan dansa bersama.
Tersiana Tade, guru dan orang tua siswa di Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) membagikan praktik baiknya kepada para peserta konferensi.
Dia bercerita tentang upayanya membuat media belajar kreatif dan menjadi teman berdiskusi pengajar muda di penempatan.
"Sabu Raijua adalah daerah terluar di NTT, tetapi anak-anak kami ingin mendapatkan pendidikan seperti di wilayah barat Indonesia," kata Mama Ana, sapaan Tersiana Tade.
Para guru, orang tua, mahasiswa yang menjadi penggerak pendidikan bersuara lantang di Konferensi Pendidikan Timur Indonesia
- Dua Guru
- Dirjen Nunuk: Paling Lambat 2026 Semua Guru Sudah Memiliki Serdik
- 9 Tuntutan ASN PPPK & Honorer kepada Pemerintah, Lebih Menohok
- SK PPPK Guru, Teknis & Nakes Berlaku sampai Pensiun, Nikmati Kenaikan Gaji Berkala
- 5 Berita Terpopuler: Jadi Heboh, 806 Ribu Guru Terima Tunjangan Langsung ke Rekening
- Mendikdasmen: Tahun Ini, 806 Ribu Guru Terima Tunjangan Sertifikasi, Langsung ke Rekening