Para Guru Bersuara di Konferensi Pendidikan Timur Indonesia, Semoga Didengar Pemerintah

Tercetus ide untuk mengajarkan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dengan permainan tradisional engklek.
Dia datang ke lokasi tambang sebelum jam istirahat. Pas jam istirahat diajaklah anak-anak belajar sambil bermain.
"Batunya saya ganti dengan kartu yang ada tulisan bahasa Inggris dan Indonesia dilengkapi gambar," terangnya.
Setelah tiga bulan pendekatan, Inja mulai mendapatkan hasil positif. Orang tua mendukung anak-anaknya bersekolah, meski tetap bekerja di tambang.
Yang membuat Inja terharu, ketika jam istirahat para orang tua yang mendorong anak-anaknya belajar. Mereka juga bisa menentukan materi apa yang harus diajarkan.
"Orang tua bangga karena anak-anaknya bisa berbahasa Inggris. Anak-anaknya juga ikut mengajari orangtuanya," pungkasnya. (esy/jpnn)
Para guru, orang tua, mahasiswa yang menjadi penggerak pendidikan bersuara lantang di Konferensi Pendidikan Timur Indonesia
Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesyia Muhammad
- Pemerintah Siapkan 20 Ribu Rumah Siap Huni untuk Guru, Mendikdasmen: Ada Subsidinya
- Flip Salurkan Bantuan Rp 100 Juta untuk Guru Mengaji di Pelosok Indonesia
- Begini Kebiadaban OPM terhadap Guru Honorer dan Nakes di Yahukimo
- Bupati Yahukimo Tegaskan Guru & Nakes di Anggruk bukan Anggota TNI-Polri
- Polri-TNI Evakuasi Para Guru & Tenaga Kesehatan yang Diserang KKB di Yahukimo
- 20 Ribu Guru di Sejumlah Daerah Ini Segera Menerima Kunci Rumah Subsidi