Para Korban Gempa NTB di Wilayah Ini Masih Tinggal di Tenda

Hafid sangat ingin bertemu langsung dengan perwakilan pemerintah yang menangani bantuan pembangunan hunian tetap.
Dia ingin mengetahui alasan dan kendala yang menghadang penyaluran bantuan. Sebab, dia merasa pemerintah telah menganaktirikan Lingkungan Tegal.
Padahal, Lingkungan Tegal merupaÂkan kawasan paling parah terdampak gempa jika dibandingkan dengan lingkungan lain. ''Mestinya kami didahulukan,'' ungkapnya.
Sebelumnya, warga diminta mempersiapkan fondasi rumah. Tujuannya, saat panel bangunan datang, warga bisa langsung memasangnya. Namun, sampai saat ini belum ada tanda-tanda panel akan datang.
Kondisi tersebut mengurangi motivasi warga untuk menyiapkan segala sesuatu dalam membuat rumah.
''Kalau ada satu saja rumah bantuan ini yang berdiri, saya yakin warga akan mempersiapkan diri. Tapi, ini tidak ada sama sekali,'' terangnya.
Dia ingin pemerintah turun ke lapangan. Memberikan sosialisasi agar warga bisa tahu apa yang harus dipersiapkan.
Jika panelnya masih lama, harus diinformasikan yang sebenarnya. ''Jangan janji-janji saja sehingga warga tidak berharap seperti sekarang ini,'' tegas Hafid.
Warga korban gempa NTB ada yang masih tinggal di tenda milik relawan dan kekurangan air.
- Jokowi Pengin Rekonstruksi Bangunan di NTB Segera Rampung
- 167.873 Unit Rumah Korban Gempa NTB Rampung, Nih Fotonya
- M16 Mataram Nilai Banyak Janji Zulkieflimansyah-Rohmi Belum Terpenuhi
- Jokowi: Rp 5,1 Triliun Bantuan Gempa Lombok Sudah Ditransfer
- Berita Terbaru Seputar Penyaluran Dana Pembangunan Rumah Tahan Gempa di NTB
- Jokowi Kembali Temui Korban Gempa Lombok