Parlemen Australia Sampaikan Permohonan Maaf Resmi kepada Korban Pelecehan Seksual

"Saya minta maaf kepada Brittany Higgins atas hal-hal mengerikan yang terjadi di sini. Tempat yang seharusnya menjadi tempat aman, ternyata menjadi mimpi buruk."
"Saya minta maaf untuk lebih dari itu. Semua yang datang sebelum Brittany Higgins ... tapi Brittany memiliki keberanian untuk berbicara, dan di sinilah kita."
PM Morrison mengatakan orang-orang yang bertanggung jawab atas intimidasi dan pelecehan akan terungkap.
Perdana Menteri menambahkan, pernyataan yang dibuat hari ini merupakan indikasi komitmen seluruh Parlemen untuk membersihkan tempat kerja dan membuatnya aman untuk semua staf.
"Kita harus, kita bisa dan kita akan berbuat lebih baik," katanya.
'Laki-laki harus mengambil bagian'
Pemimpin Oposisi Anthony Albanese memperkuat pernyataan Morrison, dan menyatakan pihaknya dan Partai Buruh ikut menyesali apa yang terjadi.
Dia juga berterima kasih kepada Brittany Higgins atas keberaniannya.
"Anda telah memecah keheningan yang selama ini melindungi sistem pendukung status quo yang paling menjijikkan," katanya.
Permintaan maaf resmi telah disampaikan kepada orang-orang yang mengalami pelecehan seksual, penyerangan seksual, atau intimidasi saat bekerja untuk pemerintah federal Australia
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Remaja Pelaku Pencabulan 16 Anak di Pinrang Diringkus Polisi