Partai Hijau Desak Tanggal Perayaan Hari Bersejarah Australia Diubah

Joyce mengatakan bahwa ia merasa "sangat nyaman" dan bangga dengan Australia Day.
"Kami memperhitungkan setiap orang yang membentuk negara besar ini," sebutnya.
"Warga Aborijin, Penduduk Asli, Orang-orang Kepulauan Torres, orang-orang yang berasal dari Inggris, Irlandia, Skotlandia, Wales, Yunani, Italia, China, Jepang, Lingkaran Arktik -saya tak peduli.”
"Dari mana pun Anda berasal, Anda telah datang ke negara ini dan negara ini sekarang adalah rumah Anda.”
"Kami punya satu hari untuk merayakannya, itu disebut Australia Day, dan saya menanti-nantikan untuk merayakannya tahun ini."
Tapi Di Natale mengatakan "tidak ada yang menyarankan" untuk meninggalkan Australia Day sama sekali, namun Partai Hijau ingin mengubah tanggalnya menjadi tanggal lain yang menyatukan ketimbang memecah-belah negara tersebut.
"Saya ingin bisa merayakan semua hal hebat tentang negara ini - ini adalah sebuah negara yang memberi keluarga saya sebuah awal yang baru, sebagai anak dari para imigran," sebutnya.
"Ada begitu banyak yang harus kami banggakan, tapi kami perlu menyesuaikan diri dengan tindakan penjajahan yang asli.”
Partai Hijau Australia berencana untuk menggunakan kursi mereka di pemerintahan daerah di seluruh negara itu untuk menjadi ujung tombak dari desakan untuk memindahkan Hari Australia.
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia
- Hasil Babak Grup Piala Asia U-17 2025: Indonesia dan Uzbekistan Digdaya, Australia Apes
- Kampanye Pemilu di Australia: Jarang Ada Spanduk, Lebih Menjual Kebijakan
- Lady Gaga Bakal Gelar Konser di Australia Akhir Tahun Ini
- Prabowo: Komunikasi dari Pemerintah yang Saya Pimpin Memang Kurang
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi