Partai Islam Dinilai Hanya Eksploitasi Agama

jpnn.com - JAKARTA - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), K.H. Hasyim Muzadi mengkritisi perilaku partai politik (parpol) Islam. Ia menilai, ideologi Islam yang dipasang parpol hanya sebatas slogan. Kenyataannya, menurut Hasyim, parpol Islam tidak berkontribusi nyata terhadap kemajuan umat Muslim.
"Dalam kenyataan, parpol basis agama, khususnya Islam justru lebih banyak mengeksploitasi agama untuk kepentingan politik daripada memberikan kontribusi nyata kepada umat," ujar Hasyim dalam diskusi "Pekan Politik Kebangsaan Menyongsong Indonesia Memilih 2014' di Jakarta, Sabtu (7/12).
Pimpinan Pondok pesantren Al-Hikam itu menuturkan, kehidupan demokrasi pasca reformasi bersifat semua. Ia menilai saat ini nilai Pancasila makin terkikis.
Dalam situasi ini, sebenarnya pendekatan agama bisa digunakan untuk menjawab permasalahan bangsa. Tapi, sambung Hasyim, nilai agama belum menjadi pilihan.
"Pada saat politik tak bisa diharapkan, maka pendekatan melalui jalur agama jadi pilihan logis dalam menata kembali bangsa Indonesia," tegasnya.
Saat ini tercatat lima partai berideologi Islam yang akan berlaga di Pemilu 2014. Antara lain Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Bulan Bintang (PBB). (dil/jpnn)
JAKARTA - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), K.H. Hasyim Muzadi mengkritisi perilaku partai politik (parpol) Islam. Ia menilai,
- KPJ Healthcare Malaysia Tawarkan Wisata Medis Berkualitas Bagi Pasien Indonesia
- Jelang Seleksi Kompetensi PPPK Tahap 2, Honorer Satpol PP Ajukan 5 Tuntutan, Poin 4 & 5 Menohok
- Tanggapi Kisruh Grup Musik Sukatani, DPR: Kapolda Tidak Bisa Lepas Tanggung Jawab
- Kapolri Jenderal Listyo Tegaskan TNI-Polri tetap Solid Pascainsiden di Mapolres Tarakan
- Wamen Viva Yoga Ajak Perguruan Tinggi Berkolaborasi Membangun Kawasan Transmigrasi
- Komisi V DPR: Langkah Kemendes Pecat Pendamping Desa karena Maju Caleg Tidak Berdasar