Partai Politik dan Inklusivitas: Memelihara Toleransi dalam Keberagaman Sosial
Oleh: Gilang Fazira

Peran pemuda dalam mendukung tumbuhnya infrastruktur kesenian dan pelestarian kebudayaan juga bisa dilakukan melalui advokasi dan partisipasi politik.
Mereka dapat menjadi suara dalam menuntut dukungan dan alokasi anggaran yang lebih besar dari pemerintah untuk pengembangan seni dan kebudayaan.
Partisipasi dalam kebijakan publik dan dialog dengan pemangku kebijakan bisa menjadi jalur untuk mendorong perubahan positif dalam infrastruktur kesenian.
Dengan pemanfaatan media sosial dan teknologi, pemuda juga dapat menciptakan kampanye yang mengedukasi dan membangun kesadaran akan pentingnya seni dan kebudayaan bagi masyarakat luas.
Upaya ini juga bisa membantu menjangkau generasi muda yang lebih luas untuk lebih mengapresiasi serta terlibat dalam upaya pelestarian kebudayaan.
Pemuda, dengan semangat, inovasi, dan keterlibatan aktif mereka, memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak dalam mendukung tumbuhnya infrastruktur kesenian dan pelestarian kebudayaan di Indonesia.
Dengan upaya bersama, mereka dapat memastikan bahwa kekayaan budaya Indonesia tetap hidup dan berkembang untuk dinikmati oleh generasi mendatang.
Dengan demikian peran PSI dan Kaesang dalam mendukung infrastruktur kesenian dan pelestarian kebudayaan tidak hanya terbatas pada kegiatan politik, tetapi juga melalui advokasi, kampanye, dan keterlibatan langsung dalam masyarakat.
Melalui platform politiknya, PSI dan Kaesang dapat mengadvokasi dan mendorong kebijakan yang memperkuat infrastruktur kesenian dan pelestarian kebudayaan
- NasDem Menghormati Jika Jokowi Pilih Gabung PSI
- Apakah Jokowi Akan Bergabung dengan PSI? Begini Analisis Pakar
- Sinyal Jokowi Gabung PSI Makin Kuat, Golkar: Pasti Ada Hitungan Politik
- Menakar Potensi Kolaborasi Politik Jokowi dan PSI Menuju 2029
- Mudik Gratis, PSI Berangkatkan Ratusan Pemudik Naik Bus dan Kereta
- Bahlil, Kawulo, Santri, dan Cita-Cita Republik