Pasar Besar Terbakar, Terungkap Sumber Api

jpnn.com, PALANGKA RAYA - Musibah kebakaran melanda Kawasan Pasar Besar, tepatnya Pasar Tampung Untung di Jalan Jawa, Palangka Raya, Kalteng, Selasa (19/6), sekitar pukul 15.30 WIB.
Belum diketahui dari mana asal-usul api yang menghanguskan puluhan barak dan belasan kios tersebut. Namun, ada dugaan jika api pertama kali muncul dari kios pedagang kelapa.
“Keterangan saksi yang melihat, api datang dari salah satu kios pemilik pedagang kelapa. Saat melihat api, warga dan pedagang langsung berusaha memadamkan,” kata Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul Siregar
Upaya masyarakat untuk memadamkan api menjadi siap-sia. Pasalnya api berkobar dan merembet cepat ke kios lainnya. Tidak lama setelah itu, barulah tiba unit pemadam, di antaranya sembilan mobil tangki, lima pikap, dan tiga mobil awc milik kepolisian.
Meski banyak unit atau petugas pemadam yang datang, tidak langsung bisa menjinakkan amukan si jago merah. Alhasil, armada pemadam kebakaran sampai ada yang harus bolak-balik mengisi air.
Namun ada sebagian pemadam yang memanfaatkan air dari drainase pasar. Hanya sebagian drainase yang bisa disedot airnya, karena sebagiannya lagi penuh dengan sampah.
Berbagai upaya dilakukan untuk memadamkan api. Api baru bisa dijinakkan setelah satu jam lebih dilakukan penyiraman.
Kapolres menyebutkan, 34 barak beton dan 16 kios yang terbakar. Untuk kasus kebakar pasar tersebut, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Yang pasti sebagian besar pedagang tidak melakukan aktivitas berjualan hari ini,” ucapnya.
Pasar Besar di Jalan Jawa, Palangka Raya Kalteng, mengalami kebakaran besar, puluhan barak dan belasan kios ludes.
- 18 Mobil Terbakar di Banjarbaru, Kok Bisa?
- Kebakaran Menghanguskan 18 Rumah Dinas TNI di Aceh
- Pembakar Mobil di Cianjur Terekam CCTV, Ini Kata Polisi
- Damkar DKI Tangani 6.800 Kasus Lainnya di 2024, 4 Kali Lipat Melebihi Kebakaran
- Gedung Bank di Bandung Terbakar saat Terjadi Kericuhan Demo Tolak RUU TNI
- Dunia Hari Ini: Kebakaran di Klub Malam Makedonia Utara, 59 Orang Tewas