PascaGempa Tuban, ini Himbauan Ditjen Hubud

jpnn.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengimbau kepada seluruh penyelenggara bandara, maskapai dan stakeholder penerbangan untuk meningkatkan kewaspadaan dan siap siaga terhadap bencana yang tidak diinginkan.
Hal itu disampaikan pascagempa yang terjadi di Tuban, Jawa Timur berkekuatan 6,0 SR pada Kamis (19/9) siang sekitar pukul 14.31.58 WIB.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti mengatakan, penerbangan di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah dalam kondisi aman dan beroperasi secara normal.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara terhadap fasilitas bandara, tidak ditemukan kerusakan sebagai dampak gempa yang terjadi siang kemarin.
“Kami telah mendapatkan laporan, bahwa kondisi bandara yang ada di Jawa Timur maupun Jawa Tengah tidak terdampak kerusakan akibat gempa bumi,” kata Polana.
Karena itu, Polana mengimbau, Kantor Otoritas Bandar Udara, penyelenggara bandara, AirNav, dan maskapai untuk tetap waspada baik terhadap gempa susulan ataupun efek dari gempa.
“Kita harus tetap waspada dan saling berkoordinasi antar stakeholder penerbangan yang terkait seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), PVMBG, BASARNAS, aparat keamanan dan instansi lainnya dan juga melakukan monitor fasilitas dan peralatan penerbangan,” tutur Polana.
Kewaspadaan yang dilakukan bertujuan untuk menjaga dan mengantisipasi agar penyelenggaraan penerbangan dapat terwujud SELAMANYA (selamat, aman dan nyaman).
Kita harus tetap waspada dan saling berkoordinasi antar stakeholder penerbangan yang terkait seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
- H-5 Lebaran, Sungai Musi Mengalami Pasang Setinggi 3,4 Meter
- Prakiraan Cuaca Hari Ini, Warga Jakarta Siap-Siap Bawa Payung
- Arus Mudik Lebaran, AirNav Indonesia Pastikan Kelancaran Navigasi Udara
- AirNav Indonesia Berangkatkan 3 Ribu Pemudik dengan Kereta Api
- 5 Berita Terpopuler: Waspada, Seluruh Honorer, PNS, dan PPPK Wajib Tahu SE MenPANRB Terbaru, Ini Alasannya
- Peringatan BMKG: Cuaca Ekstrem Hantam Jalur Mudik di Jateng