Pascareformasi, Ketahanan NKRI Tak Tangguh Lagi

jpnn.com - JAKARTA - Tenaga profesional Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas), Mayjen TNI (Purn) I Putu Sastra Wingarta mengungkapkan bahwa ketahanan nasional NKRI pascareformasi ternyata tak tangguh lagi. Menurutnya, kondisi ketahanan NKRI itu diketahui dari hasil kajian Lemhanas terhadap delapan aspek.
Delapan aspek yang dikaji itu adalah penduduk, sumber daya nasional, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan. Kajian itu dilakukan oleh dua guru besar ternama di tanah air.
"Lemhanas telah melakukan kajian, bukan penelitian, guna mengukur ketahanan nasional dengan menggunakan delapan gatra. Hasilnya, ketahanan nasional kita tidak tangguh," kata Putu dalam diskusi bertema "Menata Ulang Sistem Bernegara" di gedung DPD, Senayan Jakarta, Rabu (13/11).
Dipaparkannya, saat ini saja dua provinsi di ujung timur wilayah Indonesia, yakni Papua dan Papua Barat, mengalami kemunduran yang sangat drastis dalam hal ketahanan nasional. "Ini memang tidak enak untuk didengar oleh dua provinsi itu. Tapi ini faktual dari hasil kajian Lemhanas," tegasnya.
Mantan Deputi Bidang Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional Lemhanas itu mengakui bahwa kondisi itu membuatnya miris. "Saya jadi malu. Apa saya ini gagal saat menjadi deputi di Lemhanas, hingga saya merasa bagaikan Jenderal Naga Bonar," katanya. (fas/jpnn)
JAKARTA - Tenaga profesional Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas), Mayjen TNI (Purn) I Putu Sastra Wingarta mengungkapkan bahwa ketahanan nasional
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Suara Boikot Produk Israel Kian Menguat, Aksi Global Strike Digelar di Jakarta
- Cerita Ibu Srikandi TASPEN untuk Anak Indonesia Rayakan HUT ke-62
- Kawal PHTC Bidang Kesehatan, Wakil KSP Tinjau Layanan CKG di Kabupaten Lahat
- MA Rombak Posisi Hakim, Pimpinan DPR Singgung Pengawasan yang Perlu Ditingkatkan
- Kecam Kasus Suap Hakim, Pedemo Bawa Spanduk Bertuliskan Mahkamah Amplop ke MA
- Buntut Keracunan di Cianjur, Dapur MBG Dihentikan Sementara