Pasien COVID-19 Meninggal Dunia Pukul 10 Pagi, Ambulans Datang Jam 9 Malam

jpnn.com, PADANG - Satu pasien positif terjangkiti virus corona yang meninggal pukul 10.00 WIB, Jumat (17/4) di Rumah Sakit Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat telantar sekitar sebelas jam.
Ambulans yang membawa jenazah baru tiba sekitar pukul 21.00 WIB.
Elvera, keponakan almarhum menyebutkan, pihak keluarga berembuk untuk pemakamannya karena disuruh pihak keluarga yang mencarikan lokasinya.
“Namun semua menolak, mulai dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tunggul Hitam, Aiedingin dan area belakang rumah kami,” kata Elvera yang sehari-hari berprofesi sebagai dokter itu.
Selanjutnya, Elvera menelepon pihak Pemko Padang untuk pemakaman yang di kawasan Bungus dan minta bantuan mobil jenazah.
“Lalu keluarga ke RS Unand, dan hingga magrib menunggu tidak ada kejelasan mobil jenazahnya,” ujar Elvera yang juga Ketua Satgas Covid-19 IDI Sumbar itu.
“Sedih hati ini belum juga dapat ambulans. Padahal kami semua berperan di tim (Satgas Covid-19), tetapi kok giliran om kami meninggal begini? Apalagi masyarakat biasa?” ungkapnya.
Relawan Bencana Kogami Sumbar Patra Rina Dewi sebelumnya mencoba membantu menghubungi Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah guna mengonfirmasi kejadian tersebut.
Padahal pasien COVID-19 yang meninggal dunia tersebut merupakan paman dari seorang dokter yang aktif di tim satgas.
- Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Raya: Surya Langsung Beli Tiket Jam 5 Subuh
- Mengenang Sosok Ray Sahetapy, Ira Wibowo: Kami Semua Sedih, Dia Sangat Open
- Kenang Sosok Ray Sahetapy, Deddy Mizwar: Teman Diskusi yang Menyenangkan
- Ini Identitas Korban Minibus Masuk Jurang di Sabang, 1 Tewas
- Detik-Detik 2 Warga Mamuju Tewas Tersengat Listrik
- 8 Orang Meninggal Dunia Akibat Laka Lantas Selama Arus Mudik Lebaran di Aceh