Pasukan Elite Pengawal Erdogan Resmi Dibubarkan

jpnn.com - ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tampaknya sudah tidak percaya lagi dengan pasukan elite yang selama ini menjaganya. Maklum, sebagian dari pasukan pengawal presiden memang terlibat dalam upaya kudeta pekan lalu.
Perdana Menteri Binali Yildrim mengatakan kepada kantor berita Anadolu bahwa pasukan pengawal presiden telah resmi dibubarkan. "Kami memutuskan tidak akan ada lagi unit penjaga di kompleks ini," ujar Yildrim sebagaimana diberitakan CNN, Minggu (24/7).
Pembubaran ini merupakan bagian dari upaya Erdogan membersihkan pemerintahan dari elemen-elemen yang dinilainya terlibat dalam kudeta. Untuk diketahui, sejumlah anggota pasukan pengaman presiden ikut menduduki stasiun penyiaran TRT saat kudeta pecah Jumat (15/7) lalu.
Sejak pekan lalu, sudah lebih dari 9 ribu personel militer ditahan atas tuduhan terlibat dalam kudeta. Namun pemerintah mengklaim bahwa sekitar 1.200 di prajurit sudah dibebaskan.
Selain itu, lebih dari 50 ribu pegawai instansi sipil dan militer dipecat atau diskros oleh rezim Erdogan. Termasuk di antara mereka adalah hakim, guru, polisi dan jurnalis. (dil/jpnn)
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tampaknya sudah tidak percaya lagi dengan pasukan elite yang selama ini menjaganya. Maklum, sebagian
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Gempa M 7,2 Melanda Lepas Pantai Papua Nugini
- Gempa Myanmar, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.301 Orang
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar