Pasukan Khusus Australia Dituduh Terlibat Pembantaian Warga Sipil di Afghanistan

Seorang warga bernama Abdul Qadus terluka dalam serangan itu dan kemudian dievakuasi oleh pasukan Australia.
"Karena saya terluka, mereka membawaku ke rumah sakit Tentara Nasional Afghanistan di pangkalan udara Kandahar," ujarnya.
"Saya berada di sana selama dua hari dua malam," tambah Qadus.
Inspektur Jenderal Angkatan Bersenjata Australia (IG ADF) telah menghabiskan waktu empat tahun untuk menyelidiki rumor dan tuduhan kejahatan perang yang dilakukan oleh pasukan SAS di Afghanistan.
Para penyelidik IG ADF telah memeriksa lebih dari 55 insiden terpisah yang diduga melanggar aturan perang selama perideo antara tahun 2005 dan 2016.
Sejauh ini lebih dari 330 orang telah diambil keterangannya dalam penyelidikan itu.
Laporan IG ADF diperkirakan akan disampaikan dalam beberapa minggu mendatang.
Ketika dihubungi ABC untuk memberikan hak jawab, seorang juru bicara Angkatan Bersenjata Australia mengatakan:
Pasukan khusus Australia SAS telah menewaskan hingga 10 warga sipil Afghanistan yang tak bersenjata dalam suatu serangan di Provinsi Kandahar pada tahun 2012
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Pemerintah Australia Umumkan Anggaran Baru, Ada Kaitannya dengan Migrasi
- Terungkapnya Tindakan Kekerasan di Sejumlah Pusat Penitipan Anak di Australia
- Kabar Australia: Gaji AU$ 100.000 Belum Tentu Cukup untuk Sewa Rumah
- Bagaimana Peluang Timnas Indonesia Lulus Piala Dunia 2026 Seusai Dihajar Australia?
- Timnas Indonesia Kalah Terlalu Banyak, Kluivert: Kami Tak Pernah Menundukkan Kepala