Pasukan Saleh Bombardir Para Tetua Suku
Sabtu, 28 Mei 2011 – 10:34 WIB

Pasukan Saleh Bombardir Para Tetua Suku
SANAA - Presiden Ali Abdullah Saleh sama sekali tak mengindahkan seruan masyarakat internasional. Sehari setelah memerintahkan penangkapan para tetua suku Yaman, pemimpin 65 tahun itu menginstruksikan serangan udara kemarin (26/5). Targetnya masih sama, para tetua suku dan warga sipil pendukung oposisi. Kendati demikian, para pejuang Suku Hashid, suku paling dominan di Yaman, berhasil merebut kamp militer milik Garda Republik. Bahkan, mereka juga berhasil menewaskan komandan lapangan pasukan elit pemerintah tersebut. "Untuk sementara, kami bisa mencegah pasukan pemerintah bergerak ke ibu kota," ujar Sheikh Ali Saif, salah seorang tetua berpengaruh di Naham.
Beberapa pesawat tempur terlibat dalam serangan udara yang dilancarkan di Provinsi Naham tersebut. Dalam waktu singkat, kawasan di sebelah timur laut Kota Sanaa itu berubah menjadi medan perang. Para tetua suku yang menjadi target utama serangan mematikan itu pun tak tinggal diam. Mereka menggerakkan pasukannya untuk membalas serangan militer yang loyal terhadap Saleh tersebut.
Sejumlah warga sipil menjadi korban dalam bentrok tak seimbang tersebut. Namun, jumlah pasti korban yang tewas dan terluka masih belum bisa dipastikan. Sejak bentrok pasukan pemerintah dan kelompok-kelompok kesukuan pecah Senin lalu (23/5), tak kurang dari 100 orang tewas. Baik dari kubu pemerintah maupun oposisi. Sedangkan, jumlah korban yang terluka dilaporkan ratusan.
Baca Juga:
SANAA - Presiden Ali Abdullah Saleh sama sekali tak mengindahkan seruan masyarakat internasional. Sehari setelah memerintahkan penangkapan para tetua
BERITA TERKAIT
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar
- Update Gempa Myanmar: Korban Meninggal Dunia Mencapai 2.800 Orang
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos