Paus Fransiskus Sebut Sunat Perempuan Merendahkan Martabat Kaum Hawa

"Ini adalah luka mendalam, dilakukan secara memalukan demi keuntungan tanpa rasa menghormati sesama manusia," kata Paus menjelang Hari Internasional Untuk Berdoa dan Kesadaran Terhadap Perdagangan Manusia yang diperingati Gereja Katolik hari Selasa (08/02).
"Ada begitu banyak anak-anak perempuan yang kita lihat di jalan-jalan namun mereka tidaklah bebas.
"Mereka adalah budak dari para pelaku perdagangan manusia yang memaksa mereka untuk bekerja dan akan memukuli mereka bila kembali tanpa uang."
"Ini masih terjadi hari ini di kota-kota yang kita huni."
Perdagangan perempuan dari Afrika dan Eropa Timur untuk menjalani prostitusi menjadi salah satu masalah di ibu kota Italia, Roma, di mana pusat gereja Katolik Vatikan berada.
Pejabat setempat mengatakan, kelompok kriminal membujuk para perempuan ke Italia dengan janji akan mendapatkan pekerjaan tapi kemudian memaksa mereka melacurkan diri dan mengancam keluarga mereka di negara asal bila mereka melapor ke polisi.
Menyebut sunat perempuan dan perdagangan manusia sebagai 'luka terhadap kemanusiaan", Paus Fransiskus menyerukan kepada pemimpin dunia 'untuk bertindak tegas menghentikan eksploitasi dan praktik yang merendahkan derajat perempuan dan anak-anak perempuan."
Para suster (biarawati) Katolik di Roma menjadi garda terdepan dalam memerangi perdagangan perempuan.
Dalam peringatan hari Internasional Menentang Sunat Perempuan, Paus Fransiskus mendesak pemimpin dunia untuk melakukan segala upaya untuk menghentikan tradisi yang memalukan dan merendahkan martabat perempuan tersebut
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi