PB Djarum Guyur Bonus Untuk Rehan dan Fadia

Apresiasi tidak hanya diberikan kepada pemain di level senior, tapi juga di setiap tingkatan usia, termasuk di level junior.
Terlebih juga kemenangan Rehan dan Fadia ini mengakhiri puasa gelar Indonesia di ajang Badminton Asia Junior Championships setelah terakhir di 2012, Edi Subaktiar / Arya Maulana Aldiartama, yang merupakan atlet PB Djarum menjadi juara di ganda putra.
Sedangkan di ganda campuran, Indonesia terakhir kali memperoleh gelar di tahun 2011 lewat pasangan Lukhi Apri Nugroho / Ririn Amelia, yang juga merupakan pasangan PB Djarum.
Fung menilai perjuangan dari Rehan dan Fadia sangat luar biasa hingga akhirnya mampu menembus final dan merebut gelar juara.
“Rehan ini sangat haus ilmu dan gelar juara. Dia memiliki motivasi yang tinggi sekali, ingin melebihi prestasi ayahnya dulu. Sementara Fadia juga luar biasa. Dia tetap tampil all out meskipun fisiknya sudah lelah karena main di dua nomor,” tuturnya.
Rehan Naufal Kusharjanto, yang merupakan putra dari mantan pemain nasional Tri Kusharjanto, mengaku bangga bisa meraih gelar juara.
Pemberian apresiasi ini semakin memberikan semangat bertanding menjelang World Junior Championship Oktober mendatang.
“Senang banget dan tidak menyangka kami bisa juara. Padahal awalnya target kami cuma sampai semifinal,” kata remaja kelahiran 28 Februari 2000 ini.
Prestasi cemerlang berhasil ditorehkan atlet junior Indonesia, pasangan Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti, dengan menjuarai ajang
- Orleans Masters 2025: Rehan/Gloria Ungkap Penyebab Kembali Jadi Runner Up Tur Eropa
- Rehan/Gloria Punya Modal Menjelang Tampil All England 2025
- Ujian Berat Menanti Apriyani/Fadia di Perempat Final Orleans Masters 2025
- Tembus Perempat Final Orleans Masters 2025, Apriyani/Fadia Perlahan Konsisten
- Orleans Masters 2025 Jadi Ajang Comeback Apriyani/Fadia Setelah Absen Panjang
- Runner up German Open 2025 Jadi Modal Rehan/Gloria Menghadapi Orleans Masters