PB PMII Tolak Rencana Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

jpnn.com - JAKARTA - Ketua Umum PB PMII M. Abdullah Syukri menyatakan sebaiknya pemerintah mengkaji ulang terkait rencana menaikan harga BBM Subsidi.
Sebab, perekonomian Indonesia belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi Covid-19 dan permasalahan harga bahan pokok yang belum stabil.
"Jangan sampai rakyat Indonesia makin menderita dengan rencana kenaikan harga BBM bersubsidi," kata pria yang akrab disapa Abe dalam keterangannya.
Dia juga menyebutkan kenaikan harga BBM tentu bakal membawa dampak nyata bagi kalangan masyarakat menengah ke bawah.
Abe juga menyatakan kader PMII se Indonesia siap bergerak mengawal kepentingan rakyat dan menolak rencana kenaikan harga BBM bersubsidi.
"Alih-alih hanya mengambil kebijakan di sisi hilir yang langsung berdampak ke masyarakat, lebih baik baik pemerintah fokus pembenahan di hulu, seperti memberantas sindikat mafia bahan bakar dan pengawasan pendistribusian BBM yang tepat sasaran," lanjutnya.
Dia juga menyebutkan ada tiga poin sikap PB PMII dalam menyikapi wacana kenaikan harga BBM.
"Segera menghentikan pembahasan kebijakan pengurangan subsidi BBM dan mengkaji ulang rencana menaikan harga BBM, karena jelas semakin memiskinkan nelayan, petani, buruh maupun masyarakat marjinal," kata Abe.
PMII menolak rencana pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi dan meminta kebijakan itu dikaji ulang
- Harga BBM Shell, BP, dan Vivo Turun Mulai 1 April, Ini Rinciannya
- Kado Lebaran dari Pertamina: Harga BBM Non-Subsidi Turun Mulai Hari Ini 29 Maret 2025
- Kado Idulfitri Pertamina Turunkan Harga BBM Jenis Ini
- Waka MPR Eddy Soeparno Tekankan Transisi Harus Menguatkan Ketahanan Energi Nasional
- Mudik Nyaman Bersama Pertamina: Layanan 24 Jam, Motoris dan Fasilitas Lengkap
- Polresta Bandung Sidak SPBU Nagreg, Pastikan Takaran BBM Akurat saat Arus Mudik