PD Belum Beri Sanksi bagi TGB Pendukung Jokowi, Ini Sebabnya

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Syarief Hasan mengaku belum bisa memastikan soal ada atau tidaknya sanksi bagi M Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) yang telah memutuskan mendukung Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. TGB yang juga gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan anggota majelis tinggi di partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
Syarief mengatakan, Majelis Tinggi PD yang menggelar pertemuan di rumah SBY di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/7) belum membahas manuver TGB yang mendahului keputusan partai pemenang Pemilu 2009 itu dalam hal capres. Menurut Syarief, persoalan TGB menjadi wilayah Dewan Kehormatan PD.
"Kami belum bahas. Itu juga bukan bidang saya, itu bidangnya Dewan Kehormatan Partai Demokrat," ujar Syarief usai pertemuan Majelis Tinggi PD di rumah SBY.
Apakah dalam aturan internal PD ada sanksi bagi kader yang menyatakan sikap politik mendahului keputusan resmi partai berlambang bintang merah putih itu?Syarief kembali menyatakan hal senada.
"Intinya itu dewan kehormatan yang punya bidang. Tapi sementara sampai saat ini dia (TGB) masih tetap sebagai kader PD," pungkas menteri koperasi di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II itu.(gir/jpnn)
Majelis Tinggi PD yang menggelar pertemuan di rumah SBY di kawasan Mega Kuningan, Senin (9/7) belum membahas manuver TGB yang telah mendukung Jokowi.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- AHY Jawab Begini Ditanya Pertemuan Prabowo, SBY, dan Megawati
- Syahrial Nasution, Alumni Unpar yang Dipercaya AHY Jadi Wakil Sekjen Partai Demokrat
- Ditunjuk AHY Jadi Bendum Demokrat, Irwan Fecho Mundur dari Stafsus Mentrans
- Putra Sumba NTT Gustaf Tamo Mbapa Dipilih Sebagai Deputi BPOKK DPP Partai Demokrat
- Hijrah ke Partai Demokrat, Afriansyah Noor Didapuk Jadi Wasekjen
- Ditunjuk Jadi Kepala Badan DPP Demokrat, HBL Masuk Ring 1 AHY Bersama Menteri PU