PDIP Anggap Pernyataan Menteri Jonan Prematur

jpnn.com - JAKARTA - Pernyataan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang menyebut tidak perlu ada revisi Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) untuk mengatur taksi beraplikasi online menuai kritikan.
Anggota Komisi V DPR Sadarestuwati menilai, pernyataan mantan Dirut PT KAI tersebut terlalu prematur.
"Kalau kita melihat dan baca UU LLAJ, tidak ada diatur transportasi berbasis aplikasi. Memang saat itu belum ada aplikasinya. Tapi, bukan berarti tidak perlu direvisi," kata politikus berhijab itu, saat konferensi pers di ruang Fraksi PDI Perjuangan DPR, Rabu (23/3).
Dia menambahkan, pemerintah tak boleh berdiam diri setelah demonstrasi besar-besaran para sopir taksi konvensional di Jakarta, Selasa (22/3) kemarin. Sebab, teknologi tidak bisa dihentikan. Karena itu, Restu menilai revisi UU mau tidak mau harus dipikirkan bersama dengan DPR.
"Melihat perkembangan zaman dan teknologi. Apabila dirasa UU tersebut sudah tidak lagi bisa mengikuti perkembangan zaman, tidak bisa diimplementasikan dengan baik, maka kemungkinan untuk direvisi sangat terbuka," ujar Restu. (fat/jpnn)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Sidang Korupsi Retrofit Belum Hadirkan Hengky Pribadi, Aktivis Sumsel Sentil KPK
- Prabowo Tegur Seskab Teddy Gegara Tak Undang Jokowi Saat Peluncuran Bank Emas
- Sahroni Minta Penyerangan Polres Tarakan oleh Oknum TNI Diusut Transparan
- Selesai Diperiksa KPK, Hasto Jawab 52 Pertanyaan Pengulangan
- Perusahaan Transformasi Digital Lokal Jalin Kerja Sama dengan Aplikasi Pengantar Makanan Asal Brunei
- Menyambut Ramadan & HUT ke-5, IFG Bagikan Ratusan Paket Sembako