PDIP Berupaya Sebarkan Visi Islam Nasionalis
Bamusi Terapkan Politik Dakwah dan Dakwah Politik
Kamis, 15 Maret 2012 – 13:31 WIB

PDIP Berupaya Sebarkan Visi Islam Nasionalis
JAKARTA - PDI Perjuangan terus berupaya mengedepankan semangat dan praktik Islam kebangsaan di Indonesia. Melalui Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu ingin menempatkan diri sebagai kekuatan politik yang membawa visi Islam nasionalis. Dipaparkannya, Bamusi sudah memiliki program dan strategi untuk menyebarkan visi Islam kebangsaan. Upaya sosialisasi melalui dakwah pun akan digenjot. "Melalui politik dakwah dan dakwah politik, kita akan kampanyekan Islam yang menghargai dan menjaga kebhinekaan," tandasnya seraya menambahkan, Bamusi akan mendorong PDIP sebagai partai yang menerapkan nilai Islam kebangsaan seperti halnya Bung Karno.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Bamusi, Prof Hamka Haq, saat beraudsensi dengan Ketua MPR RI, Taufik Kiemas di gedung MPR, Senayan, jakarta, Kamis (15/3). Hamka menyatakan, secara struktural Bamusi telah memiliki jaringan kepengurusan di 26 provinsi dan ratusan di tingkat kabupaten/kota.
Baca Juga:
"Kader yang muncul dari Bamusi adalah kader kebangsaan. Harapannya tidak ada lagi kesalahpahaman tentang jihad, apalagi pemboman, Bamusi ini harus menjadi dapur Islam Kebangsaan," Kata Hamka.
Baca Juga:
JAKARTA - PDI Perjuangan terus berupaya mengedepankan semangat dan praktik Islam kebangsaan di Indonesia. Melalui Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi),
BERITA TERKAIT
- Banyak Gugatan Hasil Pilkada 2024, Legislator PDIP Kritik Kerja KPU
- Dana Otsus Kena Pemotongan, Senator Filep Wamafma Sampaikan 4 Poin Pandangannya
- Ketua KPU Ungkap Kebutuhan Anggaran RP 486 Miliar Buat PSU Pilkada
- Rahmat Saleh Ingatkan Pemerintah Soal Anggaran Pengamanan PSU
- Deddy Sitorus PDIP Mengajak Mengundurkan Diri secara Massal, Waduh
- Bupati Tasikmalaya Terpilih Ade Didiskualifikasi MK, KPU Jabar Beralasan Begini