PDIP Minta Subsidi BBM Tetap Dipertahankan
Jumat, 24 Februari 2012 – 16:44 WIB

PDIP Minta Subsidi BBM Tetap Dipertahankan
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Tjahjo Kumolo, bersuara keras terhadap rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, BBM bersubsidi untuk rakyat tetap harus ada. Selain itu, lanjut dia, pembangunan kilang yang sekarang sedang dijalankan pemerintah di Cilacap, Jawa Tengah juga harus digenjot. Pasalnya, selama idari kilang-kilang yang ada tak mencukupi kebutuhan BBM di dalam negeri.
Menurut Tjahjo, saat ini anggaran APBN untuk subsidi mencapai Rp 225,6 triliun. Namun diingatkannya, jangan sampai kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM justru dibarengi dengan pencabutan subsidi. "Menurut PDI Perjuangan, subsidi minyak kepada rakyat harus ada," kata Tjahjo saat dihubungi, Jumat (24/2).
Baca Juga:
Lebih lanjut Tjahjo mengakui, pemerintah memang tak bisa mengendalikan harga minyak dunia yang sudah jamak menjadi acuan. Namun demikian, katanya, pemerintah bisa menghindari kenaikan harga BBM dengan memaksimalkan pengendalian di dalam negeri. "Misalnya, Pertamina harus dioptimalkan ke hulunya," cetus Tjahjo yang saat dihubungi tengah berada di Bali dalam rangka mendampingi Ketua Umum PDIP, Megawati.
Baca Juga:
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Tjahjo Kumolo, bersuara keras terhadap rencana pemerintah menaikkan
BERITA TERKAIT
- Pemkab Jembrana Merger Dinas untuk Efisiensi Anggaran Maupun Kinerja
- Satgas Cartenz Masih Selidiki Kasus Rumah Terbakar di Pruleme
- Honorer Bisa Tenang, Pemda Janji Tak Ada PHK, Kesejahteraan PPPK Paruh Waktu Dijamin
- Menteri Lingkungan Hidup Setop Open Dumping di 343 TPA
- Istana Minta Perusahaan Swasta Terapkan Waktu Kerja Fleksibel Jelang Lebaran
- Pimpinan KKB Kabur dari Lapas Wamena, Satgas Cartenz: Kami Kejar Sampai Tertangkap Kembali