PDIP Sindir Pihak yang Mengambil Jalan Pintas untuk Pilpres 2024

jpnn.com, JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akhirnya merespons polemik dukung mendukung bakal calon presiden dari internal partainya yang belakangan ini memunculkan istilah celeng vs banteng.
“Partai terus mencermati dinamika politik yang berkembang,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (15/10).
Dia menjelaskan saat ini pihaknya melihat ada sekelompok kepentingan yang tidak mau bekerja keras melakukan kaderisasi secara sistemis, lalu mengambil jalan pintas menggadang-gadang sosok tertentu di Pilpres 2024 dengan berbagai subjektivitas.
Hasto lantas mengingatkan bahwa PDI Perjuangan merupakan partai politik yang melakukan kaderisasi secara sistemis.
Menurutnya, setiap pemimpin yang lahir dari internal PDIP, wajib melewati tahapan dan proses di partai pemenang Pemilu 2014 dan 2019 itu.
Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu berkomitmen memperkuat tradisi demokrasi Pancasila yang mengakar pada budaya bangsa.
"Demokrasi Indonesia mengacu pada budaya bangsa yang mengedepankan gotong rotong, musyawarah, dan kepemimpinan yang didukung oleh spirit kolektivitas, bukan individual," jelas dia.
Politikus asal Yogyakarta itu menyatakan PDIP telah membangun demokrasi yang makin matang agar lahir pemimpin bangsa yang hebat.
PDI Perjuangan menyatakan menyatakan ada sekelompok pihak yang mencoba mengambil jalan pintas menuju Pilpres. PDI Perjuangan mengingatkan bahwa mereka parpol yang taat mekanisme partai.
- Megawati Soekarnoputri Titip Salam ke Prabowo Lewat Didit
- Sejumlah Tokoh Datangi Rumah Megawati di Hari Raya, Anak Buah Prabowo Ikut Hadir
- Peringati HUT ke-25 BMI, Bung Vino Berkomitmen Rekrut Generasi Muda untuk Besarkan PDIP
- Innalillahi, Ketua DPP PDIP Nusyirwan Meninggal Dunia
- Jaksa KPK Mengakui Delik Perkara Hasto Bukan terkait Kerugian Negara
- Guntur Romli Tuduh KPK Pakai Cara Kotor untuk Ganggu Pembelaan Hasto