Pejabat Australia Minta Universitas Lawan Pengaruh Partai Komunis China

Adamson, yang posisinya di DFAT jarang membuatnya tampil menjadi sorotan, mengatakan dalam sambutannya itu bahwa universitas harus "tetap setia" terhadap nilai-nilai mereka dan "tetap aman dan kokoh".
"Kita telah melihat adanya upaya mempengaruhi dan gangguan yang tidak diinginkan," katanya.
"Ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu, terserah pada kita untuk memilih respons, apakah akan melakukan kompromi yang tidak nyaman atau memutuskan tetap setia pada nilai-nilai kita, 'kebal dari intoleransi atau pengaruh eksternal' seperti yang ditanamkan para pendiri Universitas Adelaide," tutur Adamson.
Komentar sekretaris DFAT ini menyusul peringatan yang disampaikan Perdana Menteri Malcolm Turnbull bulan Juni lalu kepada para pemimpin Asia tentang agresi China di wilayah tersebut.
PM Turnbull memberikan pidato dalam dialog Shangri-La di Singapura yang menyiratkan bahwa China tidak bermain sesuai peraturan di Laut China Selatan.
Pemerintah Turnbull tahun ini bersiap untuk mengajukan RUU baru untuk melawan campur tangan asing dan spionase di dalam negeri Australia.
Diterbitkan oleh Farid M. Ibrahim dari artikel ABC News di sini.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana