Pekerja Pemasok Bunga Terbesar di Australia Alami Perlakuan Buruk

'Anda bukan orang di sana'
Melanie, yang bekerja di gudang Lynch Group di Derrimut di Melbourne barat selama empat bulan tahun lalu, mengatakan bahwa kondisi kerja sangat tidak layak.
"Jujur saja, ini seperti ‘sweatshop’ seperti berjalan ke dunia yang sama sekali berbeda. Anda tidak akan menduga hal itu terjadi di sini," katanya.
(Istilah sweatshop dalam bahasa Inggris adalah mengacu pada kondisi pekerja di negara-negara Asia selatan yang dulu bekerja membuat sweater, dimana kondisi kerja sangat buruk)
"Mereka membutuhkan banyakl pekerja. banyak sekali bunga yang perlu dikirim dan mereka membutuhkan orang-orang ini untuk melakukan pekerjaan tersebut, jadi itu menjadi hal yang sangat penting, jika Anda tidak melakukannya, mereka akan mudah mencari orang lain yang mau."
Melanie mengatakan sebagian besar pekerja pabrik dipekerjakan sebagai pekerja lepas dan khawatir kalau mengeluhkan tentang pelecehan atau pelecehan verbal dapat menyebabkan kehilangan pekerjaan mereka.
"Anda diperlakukan sebagai manusia di sana," katanya.
"Kami hanya diperlukan seperti sebuah angka. Mereka tidak perduli dengan kesejahteraan kami. Kalau anda mengalami kecelakaan ya itu salah anda sendiri."

ABC News: Tom Joyner
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana