Pekerja Pemasok Bunga Terbesar di Australia Alami Perlakuan Buruk

Melanie mengatakan bahwa dia tidak pernah diberi pelatihan yang tepat untuk melakukan pekerjaannya dan sering diminta untuk bekerja dengan mesin yang bergerak seperti ban berjalan.
"Tidak ada latihan sama sekali, tidak ada yang memberi tahu anda apa yang harus dilakukan, dan kemudian mereka menyuruh Anda untuk berjalan, tapi Anda harus melakukannya dengan cepat dan orang-orang terburu-buru akan berlari untuk membeli bunga, dan kondisinya sangat kacau."
Mantan pekerja asal Hong Kong, Sarah bekerja di gudang Lynch Group di sebelah barat Sydney, New South Wales (NSW) tahun 2013 dengan visa liburan kerja dan mengatakan setidaknya setengah dari rekannya adalah warga negara asing.
"Jika pekerja perempuan tidak mengerti apa yang mereka katakan, [atasan] mereka akan sangat marah dan akan menyebut mereka 'orang Taiwan bodoh' atau 'orang China bodoh' atau hal-hal seperti itu," katanya.
Beberapa mantan karyawan mengatakan jika seseorang ditegur lebih dari sekali dengan cara ini, mereka diteriaki dan dikirim pulang sebagai hukuman.
"Sangat menegangkan untuk bekerja di sana karena Anda harus awas sepanjang waktu, dan mencoba memastikan mereka tidak mengirim Anda pulang," katanya.

ABC News: Tom Joyner
Dalam sebuah pernyataan tertulis, juru bicara Lynch Group mengatakan klaim yang dibuat oleh mantan pekerja ini sebelumnya tidak pernah disampaikan kepada pihak perusahaan baik oleh karyawan atau serikat pekerja.
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana