Pekerja Pengidap AIDS Memasukkan Darah ke Produk Minuman, Fitnah!

Dari pengecekan asal usul foto oleh Jawa Pos, ternyata gambar yang digunakan untuk melengkapi hoax itu berasal dari situs berita India, Chennai Today News.
Situs itu menampilkan berita razia terhadap minuman kedaluwarsa dan pemalsuan minuman merek tertentu.
Sebagaimana diketahui, Komisi Penanggulangan AIDS Nasional telah beberapa kali mengonfirmasikan bahwa penyebaran HIV sangat terbatas.
Antara lain lewat hubungan seks tanpa pengaman, penggunaan alat suntik secara bersamaan, dan transmisi perinatal (dari ibu yang mengidap HIV kepada bayi yang dikandung).
”HIV hanya hidup dalam tubuh manusia, tidak mungkin hidup begitu berada di luar tubuh manusia seperti dalam kaleng atau air dalam kemasan,” ujar Asisten Deputi Penguatan Kelembagaan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Halik Sidik.
Hoaks seperti itu juga pernah menyebar. Namun, kala itu objeknya makanan kaleng dari Thailand.
Tak tertutup kemungkinan hoaks mengenai penyebaran HIV lewat minuman bersoda akan kembali menyebar di Indonesia.
Bisa saja hoaks itu akan mencatut nama kepolisian, BPOM, atau berita televisi. Bisa juga nanti merek minumannya diganti. (gun/eko/c11/fat)
The Sun, media asal Inggris, pada 25 Agustus 2017 mengulas penyebaran hoaks tentang minuman bersoda yang mengandung virus AIDS.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- IRT di Inhu Mengaku Dibegal, Saat Diselidiki Polisi, Ternyata
- Mahasiswa Imbau Masyarakat Jangan Terprovokasi Hoaks di Medsos
- Akademisi Sebut Hoaks Hambat Perkembangan Generasi Indonesia Emas 2045
- Minta Pengusutan Hoaks Tendensius ke Kapolri, PP GPA: Jika Dibiarkan Memicu Konflik
- Hanya Demi Popularitas, Konten Kreator Asal Malaysia Buat Informasi Palsu
- Viral AMDK Keruh Dinilai 'Berbau' Persaingan Bisnis Tak Sehat