Pelajaran Bagi PDIP

PEMILU legislatif Indonesia dilaksanakan pada 9 April 2014. Sebagian besar hasil penghitungan cepat atau quick counts tidak resmi menunjukkan bahwa perolehan suara PDIP di bawah 20% untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Hasil tersebut mendekati ambang batas 25% yang dibutuhkan untuk mengajukan calon presiden Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ("Jokowi").
Simpatisan partai pasti kecewa setelah berharap banyak untuk bisa memenangkan 30% suara.
Namun demikian, hasil ini masih lebih baik dibandingkan pemilu tahun 2004 dan 2009 saat PDIP hanya meraup 18,53% dan 14,03% suara.
Apalagi PDIP juga menjadi pilihan masyarakat yang majemuk di beberapa provinsi Sumatera. Ini adalah kemenangan besar pada dekade terakhir, bahkan menang di kubu Golkar Banten.
Secara keseluruhan: hasil terakhir ini baik, tapi tidak hebat.
Mengapa?
Mungkin kesalahan yang paling fatal adalah over-confidence bahwa popularitas Jokowi secara otomatis berpengaruh pada kemenangan PDIP.