Pelaku Bom Bunuh Diri Di Sri Lanka Pernah Kuliah Di Australia

Kepolisian Sri Lanka mengatakan mereka telah mengkonfirmasi ada sembilan pelaku bom bunuh diri. Delapan diantaranya saat ini telah berhasil diidentifikasi.
Juru bicara kepolisian Sri Lanka Ruwan Gunasekara mengatakan 18 orang tersangka juga telah ditangkap pada Selasa (23/4/2019) malam, dan semakin meningkatkan jumlah yang ditahan menjadi 58 orang.

ISIS klaim bertanggung jawab
Dua organisasi Islam domestik, termasuk Jamaah Thowheeth Nasional, dikatakan bertanggung jawab untuk melakukan pemboman bunuh diri pada Minggu Paskah di sejumlah lokasi di Sri Lanka.
Sebelumnya Wijewardene mengatakan penyelidikan awal menunjukkan serangan mematikan ini dilakukan sebagai pembalasan atas penembakan di masjid Christchurch bulan lalu.
Kantor Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan dia mengetahui komentar yang mengaitkan pemboman pada Minggu Paskah di Sri Lanka dengan serangan masjid di Christchurch, tetapi mencatat penyelidikan atas pernyataan itu masih "dalam tahap awal".
Sebuah hari berkabung nasional di Sri Lanka pada Rabu (24/4/2019) dilakukan bertepatan dengan pemakaman massal di dekat dengan tiga gereja yang menjadi sasaran aksi pemboman yakni Gereja St Sebastian di Negombo, Kuil St Anthony di Kolombo dan Gereja Sion di Batticaloa.
Ketika para korban dimakamkan, organisasi Negara Islam (ISIS) merilis pernyataan yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi saluran propagandanya tidak mendukung klaim tersebut dengan bukti-bukti.
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia
- Dunia Hari Ini: Katy Perry Ikut Misi Luar Angkasa yang Semua Awaknya Perempuan
- Dunia Hari Ini: Demi Bunuh Trump, Remaja di Amerika Habisi Kedua Orang Tuanya