Pelaku Hipnotis Berjubah Berkeliaran, Waspada!

Setelah diturunkan, Sukini baru tersadar. Perhiasan emas miliknya raib. Sukini lantas memberitahukan kejadian yang dialaminya ke kerabatnya.
Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Jogorogo. Petugas selanjutnya meminta keterangan terhadap korban. ’’Setelah mendapatkan laporan langsung kami dalami keterangan korban,’’ bebernya.
Saat beraksi, pelaku gemdam bermobil itu berjumlah empat hingga lima orang. Perwira dengan tiga balok di pundak itu mengatakan, jika saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku.
Melihat aksi tersebut, diperkiraan pelaku merupakan komplotan spesialis gendam. Sebab, aksi yang dilakukan sudah terpola dan rapi. Pelaku sudah menentukan sasaran dan waktu beraksi dengan dalih bertanya arah.
Mereka selanjutnya beraksi setelah merasa aksinya aman. ’’Kalau lihat korban bawa perhiasan dan sendiri, baru melancarkan aksi gendam. Makanya hati-hati terutama para ibu yang biasa mengenakan perhiasan emas,’’ tuturnya. (odi/ota)
Sindikat pelaku hipnotis ini beroperasi dengan menggunakan mobil, pura-pura tanya arah atau alamat. Ada yang pakai jubah dan serban.
Redaktur & Reporter : Soetomo
- Memprihatinkan, Puluhan Siswa SDN Grudo 3 Ngawi Belajar di Bawah Ancaman Atap Runtuh
- Mutilasi di Ngawi: Pesilat, Anggota LSM, 5 Jam Memotong Korban
- Keluarga Ingin Tahu Masalah Pelaku Mutilasi dengan Korban
- Pecah Ban, Sigra Tabrak Bus di Tol Ngawi-Solo, 2 Orang Tewas, 6 Luka-Luka
- Pelaku Mutilasi Wanita di Ngawi Ditangkap
- Itu Foto Korban Mutilasi di Ngawi